Indosat (ISAT) hingga Mustika Ratu (MRAT) Bakal Punya Saham Garuda (GIAA)
JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement.
Pelaksanaan PMTHMETD berupa konversi OWK dan konversi utang kreditur yang dilakukan dalam rangka perbaikan posisi keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf (a) POJK 14/2019.
PMTHMETD akan dilaksanakan dengan harga pelaksanaan Rp 196 per saham yang ditentukan dengan mempertimbangkan penilaian harga wajar atas saham perseroan oleh penilai independen, sesuai dengan perjanjian perdamaian. Karena itu, nilainya sekitar Rp 5,18 triliun. Jadwal pelaksanaan PMTHMETD adalah pada 28 Desember 2022 dan pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 30 Desember 2022.
Private placement dilaksanakan dalam rangka konversi atas obligasi wajib konversi (OWK) sebesar Rp 1 triliun berdasarkan Akta Perjanjian Penerbitan Obligasi Wajib Konversi No. 28 tanggal 28 Desember 2020 antara Garuda sebagai penerbit dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai pemegang obligasi. Untuk konversi OWK, Garuda akan menerbitkan saham baru tanpa HMETD dengan jumlah 5.102.040.816 saham seri C dengan nilai nominal Rp 196 per saham.
Selain itu, private placement ini juga melaksanakan konversi utang para kreditur sebagai pelaksanaan atas Perjanjian Perdamaian tanggal 17 Juni 2022. GIAA akan menerbitkan saham baru tanpa HMETD dengan jumlah 21.329.763.265 saham seri C dengan nilai nominal Rp 196 per saham. Beberapa kreditur itu di antaranya adalah Watiga yang bakal mempunyai 3.924.563.023 saham Garuda, ORIX Aviation Systems Limited yang akan memiliki 1.339.802.612 saham GIAA, Sky High XXX Leasing Company Limited 1.162.370.881 saham, dan Jin Shan 9 Ireland Company Limited yang nantinya bakal menggenggam 1.071.655.465 saham GIAA setelah private placement. Totalnya ada 167 kreditur dan 107 pemegang sukuk yang akan mengkonversi utangnya jadi saham Garuda.
Selain nama-nama di atas, pada keterbukaan informasi Garuda juga disebutkan beberapa emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bakal melakukan konversi utang jadi saham Garuda, yakni PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) yang akan mengkonversi utang jadi 313.605 saham GIAA dan PT Indosat Tbk (ISAT) yang bakal mengkonversi utang menjadi 1.186.595 saham GIAA.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






