Hary Tanoe Bawa MNC Group Ekspansi ke Malaysia
JAKARTA, investor.id - MNC Group melalui PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) bersama Ansat Broadcast Sdn Bhd menandatangani perjanjian kerja sama untuk menjalankan bisnis televisi berbasis pelanggan dan layanan distribusi konten menggunakan direct to home (DTH). Juga memperluas aliansinya dengan lini hiburan digital MNC Media, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melalui platform over-the-top (OTT) untuk pasar Malaysia.
IPTV, bagian dari konglomerat multinasional Indonesia MNC Group, adalah penyedia layanan siaran dan penyedia konten terkemuka di Indonesia. Dengan berbagai brands di bawah naungannya yaitu MNC Vision, K-Vision, dan MNC Play. Sedangkan, MSIN ialah unit usaha konten dan hiburan digital milik MNC Media, melalui Vision+ yang merupakan SVOD super-app.
Term sheet ditandatangani oleh Executive Chairman MNC Group yang diwakili oleh Hary Tanoesoedibjo. Sedangkan Ansat Broadcast diwakili oleh executive chairman-nya yaitu Tan Sri Dato’ Seri Vincent Tan Chee Yioun yang juga merupakan pendiri dan executive chairman dari Berjaya Corporation Berhad (BCorp).
Selain itu, turut hadir juga Direktur Eksekutif Ansat Broadcast Kenneth Chang; Joint Group CEO BCorp Syed Ali Shahul Hameed; dan Ade Tjendra, direktur utama MNC Vision Networks.
Ansat Broadcast Sdn Bhd dilisensikan oleh Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC) dalam penyediaan layanan aplikasi konten termasuk penyiaran berlangganan dan penyiaran TV berbasis non-langganan.
“Malaysia adalah tetangga dekat Indonesia di mana kami memiliki banyak kesamaan dalam budaya, bahasa, dan persahabatan kami. Selain itu, kedua negara telah menjadi mitra dekat dan menjalin hubungan bilateral yang kuat dalam perdagangan, investasi, bisnis, serta pariwisata,” ungkap Hary Tanoe dalam keterangan resmi dikutip Kamis (22/12/2022).
Dia menambahkan, dirinya senang bisa bermitra dengan Ansat Broadcast dalam bisnis penyiaran karena pemegang saham utamanya Tan Sri Dato’ Seri Vincent Tan yang adalah pengusaha sukses dan terkenal di berbagai industri.
“Dengan kekayaan konten dan pengalaman MNC di industri media Indonesia, saya yakin kami akan dapat memperkenalkan konten baru kepada penonton Malaysia, termasuk dengan populasi Indonesia yang cukup besar di sana. Saya juga berharap dengan kerja sama ini kami dapat berperan dalam membantu mengembangkan industri konten lokal dan membawa konten buatan lokal ke luar negeri,” terang dia.
Sementara itu, Tan Sri Dato’ Seri Vincent Tan mengungkapkan, pihaknya menantikan kerja sama dengan MNC Group karena saya terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh Hary Tanoesoedibjo di industri media Indonesia.
“Saya percaya bahwa dengan kemitraan ini, dengan memanfaatkan keahlian MNC yang luas, akan membawa pengalaman baru dan menarik bagi penonton di Malaysia,” ujarnya.
e-Money
Di bagian lain, Berjaya Corporation Berhad (BCorp) dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) menandatangani non-binding term sheet untuk memungkinkan kedua belah pihak menjajaki bisnis e-money di Malaysia.
Berbekal kekuatan BCorp dan BCAP, kemitraan strategis ini akan mengembangkan dan memperluas layanan terkait e-money, khususnya antara Indonesia dan Malaysia.
Term sheet ditandatangani oleh Hary Tanoesoedibjo serta Founder dan Chairman BCorp, Tan Sri Dato’ Seri Vincent Tan Chee Yioun. Turut hadir mendampingi Direktur Utama BCAP Yudi Hamka dan Joint Group CEO Bcorp Syed Ali Shahul Hameed.
“Kemitraan antara MNC Group dan BCorp diharapkan dapat menciptakan sinergi dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia,” ucap Hary Tanoe.
“Saya optimis kemitraan ini juga akan mengarah pada peningkatan jumlah kolaborasi antara perusahaan Indonesia dan Malaysia untuk memberi manfaat bagi kedua negara dan rakyatnya khususnya dalam perdagangan, investasi, dan bisnis. Saya percaya kapabilitas kami di bidang jasa keuangan digital akan menjadi game-changer dan memberikan nilai yang signifikan bagi kemitraan ini,” lanjutnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





