Sawit Sumbermas (SSMS) Punya 2 Kabar Penting
JAKARTA, investor.id - Emiten perkebunan dan industri kelapa sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menuntaskan 100% sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan terus mengejar sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang kini mencapai 90%.
RSPO merupakan standar global bagi perkebunan kelapa sawit untuk memperlihatkan proses produksi yang ramah lingkungan. Sedangkan ISPO merupakan standar dari pemerintah Indonesia untuk perkebunan sawit berkelanjutan.
Vice President sekaligus Head Corporate Secretary Perseroan Swasti Kartikaningtyas menyampaikan bahwa untuk RSPO, saat ini perseroan masih menyisakan PT Mirza Pratama Putra (MPP) yang diakuisisi pada 2015 lalu.
Sementara yang masih dalam proses review RSPO yaitu sertifikasi independent smallholder dari satu kelompok tani yang disertifikasi pada 2019. Dalam hal ini, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) berjumlah 614 petani dengan luasan 1.365 hektare.
“Saat ini, proses sertifikasi 90% independent smallholder Mekar Mulya sejumlah 129 petani dengan luasan garapan 556 hektare masih menunggu membership dari RSPO,” terang Swasti dalam keterangan resmi, Kamis (22/12/2022).
Pinjaman Sindikasi
Di samping menuntaskan sertifikasi, baru-baru ini perseroan juga kembali merampungkan penandatangan pinjaman sindikasi bersama dua bank yaitu Bank Pembangunan Daerah Papua dan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
Hal ini seiring dengan adanya penandatangan perjanjian kredit sindikasi sebesar Rp 4,3 triliun yang diumumkan perseroan pada 27 Juni 2020 lalu. Kedua bank tersebut kini resmi bergabung dalam grup pinjaman sindikasi bersama Bank DKI, Maybank Indonesia, Bank Woori Saudara, JTrust Bank, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk sebagai joint mandated lead arranger & bookrunner (JMLAB).
CFO SSMS Jap Hartono mengapresiasi seluruh bank peserta sindikasi yang memberikan pinjaman kepada perseroan untuk merealisasikan pembelian kembali seluruh atau sebagian obligasi atau global bond yang diterbitkan perseroan pada tahun 2018 silam.
“Kami ingin membuka kesempatan bagi investor obligasi yang ingin dilakukan pembelian kembali,” ujarnya.
Pasalnya, perseroan menargetkan ingin mengakhiri tahun pembukuan dan mengoptimalkan pencatatan pelunasan utang obligasi pada saat tutup pembukuan akhir tahun 2022 yang kini masih menyisakan sekitar 13% dari seluruh bond yang dipegang investor.
Melalui pelunasan yang lebih cepat, Jap berkeyakinan, akan membuat SSMS lebih leluasa bergerak pada tahun depan. Terlebih, fasilitas pembiayaan tersebut juga tidak melanggar peraturan dan perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga atau pihak lainnya, serta tidak berdampak buruk pada kinerja keuangan perseroan.
Sebaliknya, kata Jap, perseroan justru akan lebih optimal dalam berinovasi sehingga fokus dalam meningkatkan produksi dan mempercepat pengembangan usaha pada tahun depan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






