Jumat, 15 Mei 2026

Ekspor Bijih Bauksit Dilarang, Antam (ANTM) Terpengaruhkah?

Penulis : Indah Handayani
23 Des 2022 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. ANTARA/HO-Antam
Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. ANTARA/HO-Antam

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang ekspor bijih bauksit. Kebijakan tersebut berlaku mulai Juni 2023. Bagaimana dengan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM)? Terpengaruhkah?

Financial Expert Ajaib Sekuritas Chisty Maryani menjelaskan, Hingga September 2022 ANTM mencatatkan kinerja yang bertumbuh, dari sisi pendapatan naik 27,22% year on year (YoY) menjadi sebesar Rp33,68 triliun. Penjualan emas masih menjadi kontributor terbesar ANTM sebesar 66,8% atau sebesar Rp22,53 triliun, disusul pendapatan feronikel menopang 14,57% atau sebesar Rp4,91 triliun, kemudian alumina sebesar Rp1 triliun dan bijih nikel Rp3,56 triliun.

“Sedangkan bijih bauksit dan perak masing masing sebesar Rp436,9 miliar dan Rp92,1 miliar. Alhasil secara bottom line, ANTM mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang melesat 54,39% YoY menjadi sebesar Rp2,63 triliun,” tulis Chisty dalam risetnya, Jumat (23/12/2022).

ADVERTISEMENT

Chisty menilai, kebijakan larangan ekspor bijih bauksit oleh pemerintah Indonesia yang akan berlaku mulai Juni 2023 sebagai upaya mengembangkan hilirisasi dan menjadi nilai tambah ekspor ke depan. “Larang tersebut tidak berpengaruh signifikan pada kinerja ANTM karena jika dilihat dari komposisi penjualan bijih bauksit hanya menyumbang 1,3% dari pendapatan ANTM,” tambahnya.

Sementara itu, Chisty mengatakan, potensi kinerja ANTM ke depan akan lebih dipengaruhi oleh permintaan logam khususnya emas dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Hal ini tercermin dari pangsa pasar ANTM sebagian besar untuk kebutuhan domestik yaitu sebesar 80%, sisanya 20% untuk pangsa ekspor. Selain itu kinerja ANTM juga didorong oleh potensi kenaikan harga emas pada tahun 2023. Komoditas emas berpotensi naik disaat peluang resesi terjadi di tahun depan karena emas salah satu safe haven.

“Rekomendasi ANTM buy on support 2.000. Dengan target kenaikan harga pada resistance ANTM 2.200, cut loss if break level 1.970,” tutup Chisty.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia