Jumat, 15 Mei 2026

Masih di Suspen BEI, Waskita Beton Precast (WSBP) Optimistis Kinerja Membaik pada 2023

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
28 Des 2022 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Waskita Precast. Foto: B1photo/ Danung
Waskita Precast. Foto: B1photo/ Danung

JAKARTA, investor.id - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) optimistis kinerja membaik pada 2023. Hal ini didasari dari kinerja perseroan yang bertumbuh pada tahun ini.  

Direktur Utama Waskita Beton Precast (WSBP) Poerbayu Ratsunu menjelaskan, optimisme tersebut didasari dari kinerja perseroan dari sisi operasional dengan mencatatkan laba bruto sebesar Rp 104 miliar. Perseroan juga mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 744 miliar atau tumbuh 81% secara year on year (yoy). "Selain itu berhasil mencatatkan nilai ekuitas positif sebesar Rp2,5 triliun," jelasnya dalam diskusi Espos Indonesia, baru-baru ini.

Poerbayu menyebutkan, perseroan bahkan sudah mengamankan kontrak baru hingga hingga Rp1,15 triliun pada kuartal III-2022 atau tumbuh 4%. “Jadi kami sudah akan pulih dan WSBP punya pertumbuhan lebih baik, kami juga mampu mencapai pertumbuhan secara bottom line sekitar mulai 10% hingga 25% per tahun. Capaian itu bisa terus bertahan bahkan meningkat,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyebutkan, perseroan sudah memiliki rencana kerja untuk lima tahun kedepan. Didalamnya termasuk restrukturisasi. Saat ini, implementasi restrukturisasi telah berjalan sesuai rencana perseroan. “Pada tahun ini kami bisa menepati janji sesuai dengan restrukturisasi yang kami janjikan. Kedepannya kami akan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun depan yang juga masih sesuai dengan rencana restrukturisasi di tahun kedua,” tambahnya.

Menurut Poerbayu, WSBP menatap 2023 dengan positif. Lantaran tahun depan, banyak proyek besar yang menanti di depan mata dengan begitu, Ia menegaskan tahun 2023 akan dilalui dengan positif.

Sebagai informasi, saham WSBP hingga saat ini masih di suspend Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya emiten plat merah ini kembali temui jalan buntu dalam usahanya untuk terlepas dari suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kurang lebih dari 1 tahun. Sejalan dengan hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) WSBP yang menolak usulan Wali Amanat terkait penyesuaian Perjanjian Perdamaian PKPU.

Menanggapi hal ini, Direktur Equator Swarna Capital Hans Kwee secara umum menyarankan agar para investor emiten BUMN konstruksi dapat bersabar. Sebab, diprediksi saham perusahaan konstruksi akan kembali positif pada tahun depan. "Perusahaan konstruksi itu cenderung akan positif pada tahun depan karena ada pembangunan dari IKN. Itu tentu akan bagus bagi perseroan," kata Hans Kwee.

Begitupun bagi para investor di saham WSBP. Sentimen positif pembangunan IKN di tahun depan juga akan dirasakan oleh anak usaha Waskita Karya tersebut. "Saat ini untuk para investor disarankan untuk bersabar terkait dengan posisi WSBP ini. Jangan terlalu panik karena saya yakin perusahaan BUMN itu akan selamat dari proses kepailitan," ujar dia.

Hans optimistis, pada akhirnya akan terjadi kesepakatan yang win-win solution antara para pemegang obligasi dengan WSBP. Untuk itu, para investor saham WSBP diminta untuk bersabar dalam menunggu proses tersebut. "Saya pikir akan ada proses restrukturisasi yang dilakukan oleh pemegang obligasi. Harusnya (investor) bersabar dan harus menunggu proses restrukturisasi yang dilakukan, dan yang kedua bahwa saham konstruksi itu akan bangkit dengan sentimen proyek IKN yang akan dijalankan," tambahnya.

Pada kesempatan yang terpisah, Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada berpendapat bahwa antara WSBP dengan Pemegang Obligasi harus segera mencapai kesepakatan. Hal itu diperlukan agar WSBP dapat segera mengimplementasikan putusan PKPU sehingga dapat segera menyelesaikan sejumlah kewajibannya. "Perlu adanya kesepakatan yang komunikatif antara WSBP dengan para pemegang obligasi untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut untuk kebaikan bersama," kata Reza.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempertimbangkan untuk mencabut suspend perdagangan saham WSBP. "WSBP telah mendapatkan persetujuan perjanjian perdamaian (homologasi) PKPU yang dilakukan dalam rangka restrukturisasi pemenuhan kewajiban kepada seluruh krediturnya," kata Nyoman.

Nyoman menegaskan, BEI dapat mencabut suspensi atas seluruh efek WSBP dengan mengacu pada beberapa persyaratan. Pertama, perjanjian perdamaian telah berkekuatan hukum tetap. Kedua, seluruh kewajiban penyebab suspensi efek telah terpenuhi. Kemudian yang ketiga, perseroan telah menyelesaikan restrukturisasi Efek Bersifat Utang atau Sukuk (EBUS) yang tercatat di BEI. Terakhir, perseroan juga harus menggelar public expose insidentil.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia