Jumat, 15 Mei 2026

Tren Bulllish, Harga CPO Melesat  

Penulis : Indah Handayani
28 Des 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Panen sawit. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Panen sawit. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melesat pada perdagangan Selasa (27/12/2022). Akhiri pelemahan yang terjadi dalam dua hari perdagangan beruntun pada pekan lalu. Hal ini karena harga CPO tengah dalam tren bullish didukung banyaknya sentimen positif.    

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (27/12/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari 2023 meningkat 263 Ringgit Malaysia menjadi 4.065 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Februari 2023 naik 264 Ringgit Malaysia menjadi 4.084 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Maret 2023 melesat 270 Ringgit Malaysia menjadi 4.100 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman April 2023 terkerek 263 Ringgit Malaysia menjadi 4.096 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 256 Ringgit Malaysia menjadi 4.086 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juni 2023 menguat 248 Ringgit Malaysia menjadi 4.063 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO tengah dalam tren bullish. Hal itu didukung dengan banyaknya sentiment positif. Mulai dari bencana banjir yang terjadi saat ini merupakan dampak dari cuaca La Nina, yang diperkirakan akan mereda efeknya pada awal tahun 2023. “Sehingga, dapat disimpulkan di sini untuk kekhawatiran akan pasokan kemungkinan akan terus bertahan hingga akhir tahun nanti,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

Selain itu, lanjut Yoga, sentimen positif lainnya juga datang dari perkembangan program mandatori biodiesel di Indonesia, serta situasi di pasar minyak nabati. Harga kedelai pekan ini berpotensi bergerak bullish. Indikator yang dipantau adalah kondisi curah hujan di negara produsen kedelai utama seperti Argentina dan Brasil, perkembangan Covid-19 di Tiongkok, dan situasi di pasar CPO.

“Untuk itu, harga CPO diperkirakan akan berada di level resistance 4.300 – 4.600 Ringgit Malasya per ton. Sedangkan level support di kisaran harga 3.750 – 3.500 Ringgit Malasya per ton,” tambahnya.

Yoga mengatakan, permintaan CPO saat memasuki musim dingin di akhir tahun juga akan menurun. Negara importir utama CPO cenderung mengurangi permintaan CPO dan mengalihkan ke minyak nabati. Hal ini disebabkan karena karakteristik dari CPO yang mudah mengeras di suhu dingin.

“Melihat dari situasi tersebut, besar kemungkinan sinyal bearish permintaan akan terus berlanjut hingga akhir tahun, terlebih dengan adanya prediksi dari para ahli bahwa musim dingin tahun ini akan lebih dingin dari biasanya,” jelasnya.

Menurutnya, lonjakan permintaan CPO jelang berlangsungnya perayaan Tahun Baru China memang sudah menjadi tren tahunan. Namun, dengan prediksi bahwa musim dingin tahun ini akan lebih dingin dari biasanya, maka kemungkinan peningkatan permintaan baru akan dilakukan saat awal tahun depan, ketika musim dingin sudah mulai mereda

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia