Putin Resmi Larang Ekspor ke Barat, Harga Minyak Berpotensi Bullish
JAKARTA, investor.id - Harga minyak Rabu pagi (28/12/2022) terpantau kembali stabil pasca meredanya ancaman badai Elliott terhadap pasar energi AS. Meski demikian, harga minyak masih berpotensi bullish dengan adanya sentimen dari pernyataan Putin terkait tanggapan atas batas harga, dan data positif permintaan minyak Tiongkok.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, beberapa kilang minyak AS pada hari Selasa mulai beroperasi kembali dan meningkatkan produksi pasca ditutupnya operasional kilang selama pekan Natal akibat badai Elliott yang menyebabkan pembekuan pada fasilitas penyulingan minyak di sepanjang Pantai Teluk AS.
“Meskipun pemulihan untuk beberapa kilang diperkirakan akan berlangsung hingga Januari, namun pengoperasian kembali yang dilakukan tersebut meredam kekhawatiran akan pasokan energi di AS, ditambah dengan proyeksi cuaca yang mulai membaik pada minggu ini,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (28/12/2022).
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa resmi mengeluarkan larangan penjualan minyak mentah ke negara-negara yang berpartisipasi dalam pembatasan harga yang di inisiasi oleh Barat. Larangan yang akan dimulai pada 1 Februari 2023 hingga setidaknya Juli 2023 tersebut berlaku bagi kontrak penjualan minyak mentah ke badan hukum asing dan individu baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sementara untuk produk minyak sulingan seperti bensin dan solar akan berlaku pada tanggal yang akan ditetapkan oleh pemerintah. Putin juga mengatakan bahwa Rusia akan mengamati perkembangan di pasar minyak global pada kuartal I-2023. Hal ini untuk melihat dampak dari batasan harga sebelum memutuskan apakah akan mengambil tindakan pembalasan lebih lanjut, termasuk memberlakukan harga dasar.
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, permintaan minyak Tiongkok bulan November naik 3.62% menjadi 14.70 juta barel dibanding bulan Oktober, yang sekaligus merupakan level tertinggi dalam 11 bulan, ungkap data terbaru dari Administrasi Umum Bea Cukai dan Biro Statistik Nasional Tiongkok.
Baca Juga:
Pasar AS Libur, Minyak Bergerak Datar“Diperkirakan kedepannya permintaan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu akan semakin meningkat, terlebih setelah pemerintah Tiongkok mencabut larangan karantina Covid bagi turis yang akan masuk ke Tiongkok mulai 8 Januari 2023,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Untuk indikator pasar berupa laporan mingguan persediaan minyak dan bensin di AS versi grup industri American Petroleum Instittute (API) dan badan statistik pemerintah AS Energy Information Administration (EIA), ditunda perilisannya karena berlangsungnya libur perayaan Natal di awal pekan.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 76 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






