Jumat, 15 Mei 2026

Sempat Anjlok di Awal Sesi, Saham Bayan (BYAN) Kembali Ngegas

Penulis : Parluhutan Situmorang
29 Des 2022 | 12:01 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). (Foto: Perseroan)
Aktivitas pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id -  Kapitalsiasi pasar (market cap) saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sempat turun ke peringkat ketiga pagi hari, Kamis (29/12/2022), namun pada penutupan sesi I , kapitalisasinya berbalik menguat hingga kembali ke peringkat dua.

Berdasarkan data BEI, harga saham BYAN di awal sesi I sempat anjlok  Rp 1.325 (6,08%) menjadi Rp 20.450 yang memicu penurunan  kapitalisasi pasar saham BYAN menjadi Rp 680,8 triliun. Koreksi tersebut menjadikan BYAN kini berada di urutan ketiga untuk kapitalisasi pasar saham di BEI.

Namun pada penutupan sesi I, saham BYAN berbalik naik Rp 575 (2,64%) menjadi Rp 22.350, sehingga market cap kembali menguat jadi Rp 745 triliun. Artinya BYAN kembali menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar kedua di BEI.

ADVERTISEMENT

Sedangkan kapitalisasi pasar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) relatif stabil  di angka Rp 724 triliun. Kapitalisasi tersebut mengacu pada harga saham BBRI di level Rp 4.830. Peringkat teratas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)  dengan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 1.043 triliun.

Dengan kinerja saham tersebut, Low Tuck Kwong masih bertahan di posisi teratas orang terkaya di Indonesia. Dengan kepemilikan 60,9% saham BYAN, nilai kekayaan Low Tuck Kwong berkisar Rp 453 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia