Adaro (ADRO) Buka-bukaan soal Transaksi Bernilai Rp 7,8 Triliun
JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menyatakan bahwa dua anak usahanya, yakni PT Alam Tri Abadi (ATA) dan Vindoor Investments (Mauritius) Ltd meneken perjanjian pinjaman. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
ATA 99,99% sahamnya dimiliki secara langsung, sedangkan Vindoor 90% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Adaro.
Manajemen Adaro menjelaskan bahwa pada 27 Desember 2022, ATA dan Vindoor telah menandatangani perjanjian pinjaman di mana ATA memberikan pinjaman kepada Vindoor dengan nilai sejumlah US$ 500 juta (sekitar Rp 7,8 triliun).
“Pinjaman yang diberikan oleh ATA merupakan salah satu strategi perseroan dalam membuka peluang untuk mengembangkan bisnis di dalam dan luar negeri. Perseroan senantiasa berusaha untuk memaksimalkan potensi keuangan dan jaringan perseroan yang luas untuk menangkap peluang investasi yang baik dan pada akhirnya menghasilkan tingkat pengembalian yang sehat bagi pemegang saham,” jelas manajemen Adaro dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (30/12/2022).
Manajemen menambahkan Vindoor sebagai bagian dari perseroan memiliki posisi yang cukup kuat dalam mendukung rencana perseroan untuk berkembang dan melihat berbagai kesempatan pengembangan bisnis. Perseroan juga saat ini memiliki posisi keuangan dan tingkat likuiditas yang cukup baik. Oleh karena itu, perseroan memiliki fleksibilitas untuk melakukan investasi termasuk di antaranya di sektor riil maupun sektor keuangan.
“Perseroan juga telah melakukan kajian terhadap profil risiko perseroan sendiri atau tingkat toleransi Perseroan terhadap fluktuasi investasi yang akan dilakukan. perseroan senantiasa memastikan adanya kajian profil risiko, diversifikasi investasi yang baik, serta senantiasa memantau dan melakukan penyeimbangan portofolio investasi,” jelas manajemen.
Manajemen Adaro menyatakan dengan ditandatanganinya perjanjian pinjaman, jangka waktu, dan proses sehubungan dengan perjanjian pinjaman dapat digunakan atau dilaksanakan dengan sangat efisien oleh Vindoor. Transaksi perjanjian pinjaman akan memberikan nilai positif bagi kedua pihak dan juga makin mendukung tujuan perseroan sehubungan dengan pengembangan bisnis dan memaksimalkan tingkat pengembalian.
Berikut adalah informasi mengenai perjanjian pinjaman:
• Nilai pokok pinjaman: sampai dengan sejumlah US$ 500 juta
• Bunga: LIBOR ditambah 2,35% per tahun. Para pihak akan menyepakati tarif suku bunga baru untuk menggantikan LIBOR dalam perhitungan bunga, sebelum tanggal 30 Juni 2023 atau pada saat tenor suku bunga 3-bulanan LIBOR sudah tidak dipublikasikan lagi.
• Tanggal jatuh tempo: 31 December 2032
• Penggunaan pinjaman: di antaranya untuk tujuan investasi dan tujuan korporasi lainnya
Ketentuan lain sesuai perjanjian pinjaman:
• Pinjaman ini dapat dicairkan dengan kurs yang akan disepakati oleh kedua belah pihak.
• Periode Bunga dihitung setiap 3 bulan dan jatuh tempo setiap akhir bulan Maret, Juni, September, dan Desember sejak tanggal perjanjian pinjaman.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






