Investor AS Siapkan Diri untuk Sejumlah Data Ekonomi AS
NEW YORK, investor.id – Investor Wall Street kini mempersiapkan diri untuk sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan risalah dari pertemuan Federal Reserve (Fed) terbaru minggu ini, untuk memulai tahun baru.
Semua rata-rata indeks utama di AS menutup 2022 dengan kerugian terburuk sejak 2008, masing-masing mengakhiri kemenangan beruntun dalam tiga tahun.
Dow mengakhiri tahun turun sekitar 8,8% pada 33.147,25 dan turun 10,3% dari level tertinggi 52 minggu. S&P 500 kehilangan 19,4% untuk tahun ini dan sekarang duduk di 3.839,50, lebih dari 20% di bawah rekor tertinggi. Nasdaq yang padat teknologi anjlok 33,1% tahun lalu. Mulai 2023, hampir 34% dari rekornya di 10.466,88.
Inflasi yang memicu kekalahan terburuk untuk saham dan obligasi dalam beberapa dekade adalah narasi investor terbesar untuk 2022, menurut CEO AXS Investments Greg Bassuk. Tahun baru dimulai dengan awan kekhawatiran tentang “pendaratan (kebijakan) yang lebih sulit dari yang diinginkan” oleh Fed dan gerakan melawan inflasi dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi.
“Tahun 2022 ditandai dengan kekalahan pasar yang membutakan inflasi, sebagian karena tahun itu dimulai dengan Wall Street dan Main Street sama-sama mengantisipasi penahanan kenaikan harga dan Federal Reserve yang akan mempertahankan suku bunga pada level yang lebih rendah. Tapi kenyataan yang sangat bertolak belakang bertahan saat inflasi meroket,” kata Bassuk, Selasa (3/1).
“Memasuki 2023, karena harga tetap tinggi secara material, investor akan berhati-hati untuk mempertimbangkan aset yang sensitif terhadap inflasi, serta saham siklis dan lainnya yang cenderung berhasil dengan baik di lingkungan harga yang naik,” tambahnya.
Investor mendapatkan kumpulan data di minggu perdagangan pertama tahun ini dan investor akan mengamati dengan cermat, mencari peluang untuk menyesuaikan portofolio mereka untuk pulih dari penurunan di 2022.
Rabu (4/1) adalah hari besar dengan Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja, yang lebih dikenal sebagai JOLTS, akan dirilis pada pagi hari. Sementara risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed akan keluar pada sore hari.
Pelaku pasar AS juga juga menantikan laporan pekerjaan Desember Jumat (6/1). Laporan ketenagakerjaan akhir ini harus dipertimbangkan Fed sebelum pertemuan berikutnya pada 1 Februari. Ada juga beberapa pidato presiden Fed yang dijadwalkan Kamis (5/1) dan Jumat.
Namun, yang pertama adalah IMP Manufaktur Global S&P dan pengeluaran konstruksi, yang akan keluar pada pukul 09:45 dan 10:00 ET pada Selasa.
Walgreens Boots Alliance dan Constellation Brands juga akan melaporkan hasil keuangan kuartalan mereka pada Kamis, meskipun ini merupakan minggu yang sepi untuk laporan pendapatan.
Saham Berjangka Dibuka Lebih Tinggi
Saham berjangka melonjak pada awal perdagangan Senin (2/1) malam.
Dow Jones Industrial Average berjangka naik 229 poin, atau 0,69%. S&P 500 berjangka bertambah 0,85% dan Nasdaq 100 berjangka naik 0,96%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






