Jumat, 15 Mei 2026

Siap IPO, Ini Riwayat Penta Valent (PEVE) sampai Akhirnya Dimiliki Konglomerat Hermanto Tanoko

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Jan 2023 | 12:37 WIB
BAGIKAN
PT Penta Valent Tbk (PEVE). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Penta Valent Tbk (PEVE). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Penta Valent Tbk (PEVE) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 368 juta saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham.

Jumlah saham yang akan dilepas itu setara dengan 20,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Perseroan membuka harga penawaran di kisaran Rp 120-149 per saham. Karena itu, jumlah penawaran umum ini nantinya berkisar antara Rp 44,16-54,83 miliar.

Perseroan didirikan pada September 1968 di Jakarta dengan nama CV Penta Valent. Selanjutnya, pada tahun 1972, perseroan melakukan perubahan badan hukum menjadi perseroan terbatas. Perseroan adalah distributor produk-produk farmasi dan barang-barang konsumsi seperti kosmetik, personal care, toiletries, dan household di Indonesia melalui 34 cabang dengan jangkauan nasional.

ADVERTISEMENT

Sejak tahun 2009 perseroan meningkatkan kompetensinya untuk mendistribusikan produk-produk rantai dingin (cold chain products/CCP) di mana produk harus dijaga pada rentang temperature 2°-8° C secara konstan pada waktu penyimpanan, pengiriman, sampai dengan diserahkan kepada rumah sakit atau apotek. Untuk menjaga kualitas produk dengan memastikan produk berada pada rentang temperatur tersebut diperlukan kemampuan, disiplin, dan komitmen seluruh karyawan terkait untuk menjalankan tugasnya sesuai pedoman cara distribusi obat yang baik (CDOB) yang ditetapkan oleh BPOM.

Penta Valent juga merupakan salah satu perusahaan yang telah menyelesaikan sertifikasi CDOB untuk kantor pusat dan seluruh 34 Cabang pada tahun 2019. Atas komitmen dalam menerapkan dan upaya untuk memperoleh sertifikat CDOB ini, perseroan mendapatkan penghargaan dari BPOM di tahun 2017. Pada saat ini BPOM memberlakukan status mandatory (wajib) bagi seluruh pedagang besar farmasi (PBF), artinya tanpa sertifikat CDOB sebuah PBF tidak diperbolehkan untuk menjalankan pekerjaan kefarmasian dalam hal ini mendistribusikan produk-produk farmasi.

Pemegang Saham

Adapun deretan pemegang saham PEVE saat ini adalah PT Tancorp Mega Buana 50,44; PT Maramakmur Selaras 25,28%; dan PT Multi Pidotama Mandiri 24,28%.

Ya, ada nama Tancorp yang identik dengan konglomerat Hermanto Tanoko, dan memang ia adalah pendiri dan pemilik Grup Tancorp. Dalam prospektus awal PEVE disebutkan bahwa Hermanto Tanoko ditetapkan sebagai pengendali perseroan. PT Sariguna Primatirta Tbk, PT Avia Avian Tbk, dan PT Jaya Sentosa Makmur Tbk merupakan juga kelompok usaha perseroan yang kepemilikan sahamnya mayoritas dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh PT Tancorp Global Sentosa.

Siap IPO, Ini Riwayat Penta Valent (PEVE) sampai Akhirnya Dimiliki Konglomerat Hermanto Tanoko
Hermanto Tanoko. (Ist)

Namun, Tancorp Mega Buana baru masuk menjadi pemegang saham PEVE pada tahun 2022. Berdasarkan Akta Pernyataan Sirkuler Pemegang Saham Sebagai Pengganti RUPSLB No. 09 tanggal 17 Mei 2022, pemegang saham saat itu sepakat untuk perseroan melakukan penerbitan saham pesanan kepada PT Tancorp Mega Buana sejumlah Rp 14,25 miliar yang telah disetor secara penuh ke dalam kas perseroan oleh PT Tancorp Mega Buana, sesuai dengan bukti setor pada tanggal 18 Mei 2022 yang disetorkan melalui Panin Bank senilai Rp 89 miliar. Selain itu, Hermanto Tanoko pun menduduki kursi komisaris utama perseroan.

Berdasarkan akta itu, Tancorp Mega Buana jadi mempunyai sebanyak 14.250 saham (50,44%); Maramakmur Selaras 7.140 saham (25,28%); dan Multi Pidotama Mandiri 6.860 saham (24,28%). Semuanya bernilai nominal Rp 1 juta per saham.

Kemudian, berdasarkan Akta Perseroan No. 12/2022, para pemegang saham PEVE telah menyetujui, antara lain pemecahan nilai saham (stock split) dari sebelumnya sebesar Rp 1 juta per saham menjadi sebesar Rp 20 per saham.

Dengan dilakukannya pemecahan nominal saham tersebut, susunan pemegang saham dan struktur permodalan perseroan menjadi Tancorp Mega Buana 712.500.000 saham (50,44%); Maramakmur Selaras 357.000.000 (25,28%); Multi Pidotama Mandiri 343.000.000 (24,28%).

Berikut beberapa peristiwa atau kejadian penting yang mempengaruhi perkembangan usaha perseroan:

Siap IPO, Ini Riwayat Penta Valent (PEVE) sampai Akhirnya Dimiliki Konglomerat Hermanto Tanoko
Sumber: Perseroan

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia