Siap IPO, Ini Riwayat Penta Valent (PEVE) sampai Akhirnya Dimiliki Konglomerat Hermanto Tanoko
JAKARTA, investor.id - PT Penta Valent Tbk (PEVE) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 368 juta saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham.
Jumlah saham yang akan dilepas itu setara dengan 20,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Perseroan membuka harga penawaran di kisaran Rp 120-149 per saham. Karena itu, jumlah penawaran umum ini nantinya berkisar antara Rp 44,16-54,83 miliar.
Perseroan didirikan pada September 1968 di Jakarta dengan nama CV Penta Valent. Selanjutnya, pada tahun 1972, perseroan melakukan perubahan badan hukum menjadi perseroan terbatas. Perseroan adalah distributor produk-produk farmasi dan barang-barang konsumsi seperti kosmetik, personal care, toiletries, dan household di Indonesia melalui 34 cabang dengan jangkauan nasional.
Sejak tahun 2009 perseroan meningkatkan kompetensinya untuk mendistribusikan produk-produk rantai dingin (cold chain products/CCP) di mana produk harus dijaga pada rentang temperature 2°-8° C secara konstan pada waktu penyimpanan, pengiriman, sampai dengan diserahkan kepada rumah sakit atau apotek. Untuk menjaga kualitas produk dengan memastikan produk berada pada rentang temperatur tersebut diperlukan kemampuan, disiplin, dan komitmen seluruh karyawan terkait untuk menjalankan tugasnya sesuai pedoman cara distribusi obat yang baik (CDOB) yang ditetapkan oleh BPOM.
Penta Valent juga merupakan salah satu perusahaan yang telah menyelesaikan sertifikasi CDOB untuk kantor pusat dan seluruh 34 Cabang pada tahun 2019. Atas komitmen dalam menerapkan dan upaya untuk memperoleh sertifikat CDOB ini, perseroan mendapatkan penghargaan dari BPOM di tahun 2017. Pada saat ini BPOM memberlakukan status mandatory (wajib) bagi seluruh pedagang besar farmasi (PBF), artinya tanpa sertifikat CDOB sebuah PBF tidak diperbolehkan untuk menjalankan pekerjaan kefarmasian dalam hal ini mendistribusikan produk-produk farmasi.
Pemegang Saham
Adapun deretan pemegang saham PEVE saat ini adalah PT Tancorp Mega Buana 50,44; PT Maramakmur Selaras 25,28%; dan PT Multi Pidotama Mandiri 24,28%.
Ya, ada nama Tancorp yang identik dengan konglomerat Hermanto Tanoko, dan memang ia adalah pendiri dan pemilik Grup Tancorp. Dalam prospektus awal PEVE disebutkan bahwa Hermanto Tanoko ditetapkan sebagai pengendali perseroan. PT Sariguna Primatirta Tbk, PT Avia Avian Tbk, dan PT Jaya Sentosa Makmur Tbk merupakan juga kelompok usaha perseroan yang kepemilikan sahamnya mayoritas dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh PT Tancorp Global Sentosa.
Namun, Tancorp Mega Buana baru masuk menjadi pemegang saham PEVE pada tahun 2022. Berdasarkan Akta Pernyataan Sirkuler Pemegang Saham Sebagai Pengganti RUPSLB No. 09 tanggal 17 Mei 2022, pemegang saham saat itu sepakat untuk perseroan melakukan penerbitan saham pesanan kepada PT Tancorp Mega Buana sejumlah Rp 14,25 miliar yang telah disetor secara penuh ke dalam kas perseroan oleh PT Tancorp Mega Buana, sesuai dengan bukti setor pada tanggal 18 Mei 2022 yang disetorkan melalui Panin Bank senilai Rp 89 miliar. Selain itu, Hermanto Tanoko pun menduduki kursi komisaris utama perseroan.
Berdasarkan akta itu, Tancorp Mega Buana jadi mempunyai sebanyak 14.250 saham (50,44%); Maramakmur Selaras 7.140 saham (25,28%); dan Multi Pidotama Mandiri 6.860 saham (24,28%). Semuanya bernilai nominal Rp 1 juta per saham.
Baca Juga:
Bookbuilding sampai 6 Januari, Mitra logistik Alfamidi (LAJU) Buka Harga IPO Kisaran Rp 100-150Kemudian, berdasarkan Akta Perseroan No. 12/2022, para pemegang saham PEVE telah menyetujui, antara lain pemecahan nilai saham (stock split) dari sebelumnya sebesar Rp 1 juta per saham menjadi sebesar Rp 20 per saham.
Dengan dilakukannya pemecahan nominal saham tersebut, susunan pemegang saham dan struktur permodalan perseroan menjadi Tancorp Mega Buana 712.500.000 saham (50,44%); Maramakmur Selaras 357.000.000 (25,28%); Multi Pidotama Mandiri 343.000.000 (24,28%).
Berikut beberapa peristiwa atau kejadian penting yang mempengaruhi perkembangan usaha perseroan:
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






