Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Melonjak, Pasar Khawatirkan Resesi Ekonomi Global

Penulis : Grace El Dora
4 Jan 2023 | 10:14 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas, Sumber: Antara
ilustrasi harga emas, Sumber: Antara

CHICAGO, investor.id – Harga emas naik tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut didorong oleh imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Pasar juga mengkhawatirkan kemungkinan resesi ekonomi global, menjadikan logam kuning ini sebagai tempat investasi yang aman.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak 19,9 dolar AS atau 1,09 persen menjadi ditutup pada 1.846,10 dolar AS per ounce. Emas mencapai puncak sesi di 1.856,60 dolar AS, yang tertinggi untuk emas Comex sejak 17 Juni, menandai tertinggi dalam 6,5 bulan.

Emas berjangka terdongkrak 0,20 dolar AS atau 0,01 persen menjadi 1.826,20 dolar AS pada Jumat (30/12/2022), setelah terangkat 10,20 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.826,00 dolar AS pada Kamis (29/12/2022), dan tergelincir 7,30 dolar AS atau 0,40 persen menjadi 1.815,80 dolar AS pada Rabu (28/12/2022).

ADVERTISEMENT

Bursa Comex ditutup pada Senin (2/1/2023) untuk hari libur Tahun Baru.

Emas menguat setelah Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan tiga pusat pertumbuhan utama dunia yakni AS, Eropa, dan Tiongkok, semuanya mengalami aktivitas yang lebih lemah ketika 2023 dimulai, meningkatkan pertaruhan untuk perlambatan ekonomi global.

“Emas reli kuat ... dan mengumpulkan momentum,” tulis Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA, dalam catatan pasar hariannya tentang emas pada Rabu (4/1).

“Ini bisa menjadi tahun di mana pertumbuhan global melambat secara signifikan dan para pedagang mempertanyakan apakah kebijakan moneter akan dilonggarkan nanti pada tahun 2023. Bank-bank sentral telah menentang keras gagasan tersebut dan saya membayangkan IMF juga akan melakukannya pada saat ini, tetapi kami bisa melihat pasar bergerak ke arah itu jika data tidak terus menghantui kita,” jelasnya.

Emas naik pada Selasa (3/1/2023) meskipun dolar AS rebound, lebih lanjut menggarisbawahi kekuatan relatif dari logam kuning. Sekarang, semua mata tertuju pada emas dan dolar karena para pedagang mencoba mencari tahu kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) untuk tahun ini.

Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ketika bertemu pada Februari, di tengah meningkatnya tanda-tanda bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya. Tahun lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 425 bps secara keseluruhan.

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Selasa (3/1/2023) beragam. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur AS dari S&P Global yang disesuaikan secara musiman tercatat 46,2 pada Desember, turun dari 47,7 pada November, tetapi sesuai dengan estimasi flash yang dirilis sebelumnya.

Data terbaru mengisyaratkan penurunan tercepat dalam kondisi operasi sejak Mei 2020, dan termasuk yang paling tajam sejak 2009. Analis mencatat perusahaan lebih berhati-hati dalam hal perekrutan, dan sebagian besar mempekerjakan pekerja terampil.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa belanja konstruksi AS tumbuh 0,2 persen ke tingkat tahunan 1,808 triliun dolar AS pada November setelah turun tipis 0,2 persen ke tingkat revisi 1,803 triliun dolar pada Oktober.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 19,6 sen atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 24,236 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 10,4 dolar AS atau 0,96 persen, menjadi menetap pada 1.093,30 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 44 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia