Jumat, 15 Mei 2026

Siap IPO, Hassana Boga Sejahtera (NAYZ) Bakal Jangkau Lebih banyak Pasar

Penulis : Indah Handayani
9 Jan 2023 | 15:37 WIB
BAGIKAN
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) siap menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan menawarkan sebanyak 510 juta saham atau sebanyak 20% dari total kepemilikan saham setelah penawaran umum. Dengan IPO tersebut, NAYZ bakal mampu menjangkau lebih banyak lagi pasar dan produk.

Direktur Utama PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) Lutfiel Hakim, mengatakan bahwa setelah hampir 7 tahun bersama dengan ibu Indonesia, sudah saatnya NAYZ menjangkau lebih banyak lagi pasar dan produk. “Dengan IPO, kami ingin manfaat produk ini betul-betul menjangkau konsumen di mana pun berada, didukung pengembangan inovasi produk yang lebih maksimal,” ungkapnya, dalam keterangan pers, Senin (9/1/2023).

Lutfiel menjelaskan, jika kelahiran bayi di Indonesia saat ini ada di angka 4,8 sd 5 juta per tahun, dan itu cukup menjadi dasar kenapa produk-produk terkait keperluan bayi banyak diminati. “Kami punya positioning yang menarik sebagai Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang dimasak dari rumah (homemade), tapi juga memberikan added value berupa bahan organik dan terfortifikasi. Pada dasarnya produk ini Indonesia sekali. Baik sumber bahan baku maupun citarasanya,” terang Lutfiel.

ADVERTISEMENT

Lutfiel menambahkan, NAYZ telah menjadi value bagi banyak sekali ibu-ibu muda yang sibuk, tetapi ingin tetap berperan memberikan cinta kasih berupa makanan sehat kepada anak-anaknya. “Kami fasilitasi itu semua dengan mengkonsep produk yang value-nya sangat tinggi, yaitu cinta dan kebaikan hati seorang ibu, dalam bentuk MPASI yang dimasak tanpa repot dari rumah, dengan tangan ibu sendiri,” paparnya.

Lebih lanjut Lutfiel menerangkan, kekuatan utama NAYZ adalah produk yang 100% bahan bakunya dari Indonesia, dihasilkan petani-petani Indonesia. NAYZ mengusung konsep non-instant produk yang harus dimasak, namun dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini sangat cocok dengan budaya ibu Indonesia yang rata-rata menyukai masakan.

Prospek industri dari perseroan terbilang sangat unik dan menarik. Diproyeksikan pada tahun 2035, populasi di Indonesia akan mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat besar. Kenaikan volume pertumbuhan penduduk diperkirakan sebesar 67 juta orang, atau sebesar 28% dari 2010 sampai 2035.

Populasi negara Indonesia diperkirakan akan terus meningkat sebesar 3% sampai 7% hingga tahun 2035. Hal ini pun diperkuat dengan data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa total jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat selama 4 tahun terakhir. Dari data tersebut, rata-rata kelahiran bayi di Indonesia per tahun 2020 adalah sekitar 4,79 juta kelahiran. “Hal ini tentu membawa sentimen positif bagi perseroan dalam mengembangkan dan menumbuhkan minat terhadap makanan bayi instan di Indonesia,” paparnya.

Dalam proses Penawaran Umum Perdana Saham ini, Perseroan telah memilih PT Surya Fajar Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Masa penawaran awal akan berlangsung pada 2-11 Januari 2023 dan Masa Penawaran Umum akan berlangsung pada 26 - 31 Januari 2023 dengan kisaran harga saham Rp 100 – 120 per lembar. Perseroan diharapkan dapat mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya Rp 61, 2miliar.

Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk beberapa kepentingan, seperti sebesar Rp 4,21 miliar akan digunakan oleh Perseroan untuk belanja modal berupa pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pembelian tanah ini akan digunakan untuk pembangunan pabrik.

Kedua, dana sebesar Rp 30 miliar akan digunakan Perseroan untuk belanja modal berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin, dan peralatan pabrik yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seluruh transaksi akan dilakukan oleh pihak ketiga. Transaksi pembangunan pabrik direncanakan akan dilakukan pada Kuartal I-2023. Sedangkan, untuk pembelian mesin dan peralatan pabrik akan dilakukan pada Kuartal IV-2023.

Sisanya, modal akan digunakan Perseroan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, marketing dan promosi, dan biaya operasional perseroan. Saat ini, pemegang saham Hassana Boga Sejahtera adalah PT Hassana Investa Utama 50,98%, PT Asiavesta Investama Jaya 24,51%, Achmad Machlus Sadat 19,61%, dan PT Nusa Perkasa International 4,90%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia