Antam (ANTM) Siapkan Dua Anak Usaha Garap Proyek Baterai EV
JAKARTA, investor.id – Anggota holding BUMN industri pertambangan MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam sudah menyiapkan dua anak usaha, PT Sumberdaya Arindo (SDA) dan PT Nusa Karya Arindo (NKA), untuk menggarap proyek industri hulu (upstream) pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) battery.
Sekretaris Perusahaan Antam (ANTM) Syarif Faisal Alkadrie menyampaikan, dua anak usaha tersebut memiliki cadangan (resources) nikel yang cukup untuk dapat mendukung ekosistem industri EV battery.
“Sekarang, kami bernegosiasi dengan dua mitra strategis, PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co, Ltd (CBL) dan LG Energy Solution (LGES),” sebut Faisal kepada Investor Daily, Senin (9/1/2023).
Baca Juga:
Antam (ANTM) Raih Capaian Positif IniCBL adalah cucu usaha CATL, salah satu perusahaan baterai EV terbesar di dunia. Dia menambahkan, ketika proses negosiasi itu selesai berikut turunan value chain, Antam melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) akan melanjutkan di bagian hilir. Sebab, Antam termasuk sebagai salah satu pemegang saham IBC dengan kepemilikan sebesar 25%.
Sampai saat ini, tutur Faisal, proses negosiasi tersebut sudah masuk pada pembahasan pasal demi pasal sebagai bagian dari kehati-hatian dan kepatuhan Antam terhadap hal-hal yang bersifat prinsipil lantaran perseroan merepresentasikan Indonesia. Yang jelas, Antam tidak ingin terburu-buru. Namun, di sisi lain, Antam juga tidak ingin terlalu lama.
“Jadi finalisasi ini termasuk keterlibatan SDA dan NKA di hulu. Kalau hulu sudah oke, baru kita bahas hilir. Prinsipnya, kalau bikin baterai EV tidak nggak susah, tinggal bikin perusahaan baru. Cuma negosiasinya yang agak alot,” kata Faisal.
Berdasarkan riset CLSA, Antam dikabarkan telah merampungkan proses spin off SDA dan NKA dengan nilai keseluruhan mencapai 50% dari nilai aset bersih dan kini dalam proses penghitungan valuasi.
“Manajemen memperkirakan kesepakatan akan selesai pada semester I-2023 dan memulai pengembangan tambang baru akhir tahun ini,” tulis riset tersebut.
Proyek Citaglobal
Sementara itu, perusahaan energi asal Malaysia Citaglobal Berhad atau dahulu dikenal WZ Satu Bhd telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) bersama IBC untuk pengembangan pabrik manufaktur sel baterai dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) yang berlaku selama setahun ke depan.
Pelaksanaan MOU tersebut disebut menjadi pertanda baik bagi kedua belah pihak yang memiliki rencana strategis dan fokus untuk memperluas energi terbarukan.
Ketua Eksekutif dan Presiden Citaglobal Citaglobal Tan Sri Mohamad Norza Zakaria mengatakan, perjanjian tersebut bertujuan meningkatkan penyimpanan baterai dalam upaya pengembangan energi terbarukan baik di Malaysia maupun Indonesia.
Bahkan, kata dia, Komisi Energi Malaysia telah mengumumkan niatnya untuk mengadopsi teknologi penyimpanan baterai hingga 500 megawatt (MW). Lokasi Malaysia yang strategis untuk potensi tenaga surya telah mendorong pemerintah Malaysia proaktif memilih area yang cocok untuk mengadopsi tenaga surya terutama BESS.
"Kami merasa terhormat dan menantikan kolaborasi yang produktif dan bermanfaat dengan IBC. Kolaborasi lintas negara ini akan memungkinkan kedua belah pihak untuk memanfaatkan keahlian masing-masing dan mempercepat proses peningkatan sumber daya rendah karbon," kata Norza Zakaria dalam keterangan resmi, Senin (9/1/2023).
Saat ini, pasar global kendaraan listrik terus bertumbuh dengan laju pertumbuhan gabungan tahunan sebesar 21,7%. Sementara baterai menjadi salah satu komponen biaya utama kendaraan listrik dengan kontribusi sekitar 35%.
Oktober lalu, Citaglobal juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Genetec Technology Bhd sehubungan dengan pengembangan BESS untuk menyimpan dan mengelola kelebihan daya selama pembangkitan energi terbarukan dengan kepemilikan masing-masing sebanyak 50:50 saham.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






