Jumat, 15 Mei 2026

Simak, Kiat Sido Muncul Kejar Kenaikan Laba 15% di 2023

Penulis : M Ghafur Fadillah
10 Jan 2023 | 18:44 WIB
BAGIKAN
Sido Muncul. (Foto: Perseroan)
Sido Muncul. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga 15% pada tahun ini. Selain itu, pada tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 197 miliar.

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat menyatakan optimistis kenaikan tersebut akan diraih sejalan dengan konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi, pengoptimalan penjualan produk, dan jalur distribusi yang ada saat ini. Selain itu, SIDO juga menyatakan tengah menyiapkan produk baru dengan tujuan untuk menambah kontribusi penjualan.

“Kami juga terus memaksimalkan potensi penjualan dari hasil produk anak perusahaan. Saat ini kami sedang mengerjakan beberapa proyek pengembangan bahan baku aplikasi dengan beberapa perusahaan farmasi untuk produk personal care,” jelasnya kepada Investor Daily, Selasa (10/1/23).

Ia menambahkan, dari segi kinerja perseroan peningkatan efisiensi khususnya di pabrik terus perseroan lakukan. David juga menegaskan, peningkatan target penjualan juga ditandai dengan positifnya laporan keuangan perseroan pada semester II-2022 yang lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. “Saat ini kami sedang melakukan closing, jadi belum bisa diketahui angka pastinya,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

Soal ekspansi, David menyebutkan, saat ini kapasitas mesin atau peralatan produksi perseroan masih belum digunakan secara penuh, sehingga untuk peningkatan kapasitas produksi existing products dan new products akan dioptimalkan menggunakan fasilitas utama yang sudah ada. “Paling hanya membutuhkan penambahan peralatan, modifikasi  yang sudah dianggarkan,” kata dia. 

Adapun capex yang dipersiapkan oleh perseroan sebesar Rp 197 miliar akan digunakan SIDO untuk penambahan beberapa peralatan produksi dan menyelesaikan proyek green house

Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, SIDO disebutkan tengah membidik pangsa pasar Ghana, Kamerun, Kenya, Vietnam, dan Tiongkok sebagai negara tujuan ekspor produk-produk herbal dan suplemen. Upaya ini diyakini dapat memacu kinerja perseroan yang terkoreksi secara tahunan (yoy) pada semester I-2022.

“Untuk mendukung kinerja Sido Muncul di sisa akhir tahun ini, kami akan mempercepat eksekusi strategi inisiatif ekspor, salah satunya mempercepat registrasi produk dan peluncurannya. Kami akan meluncurkan produk Tolak Angin di Malaysia serta produk minuman STMJ di Nigeria tahun ini,” ujar Investor Relation Sido Muncul Billy Utama.


 

Untuk diketahui, pada periode enam bulan di 2022, penjualan perseroan turun 2,6% menjadi Rp 1,61 triliun dari Rp 1,65 triliun pada periode sama tahun lalu. Lebih rinci, kinerja penjualan segmen herbal dan suplemen turun 6,9% (yoy). Namun sebaliknya, segmen food and beverages serta pharmaceutical naik masing-masing 3,5% dan 17% dibandingkan semester I-2021.

Pada periode yang sama, SIDO juga mencatatkan penurunan pada laba operasi sebesar 10% dari periode sama tahun lalu. Laba bersih perseroan tercatat turun 11% (yoy) menjadi Rp 445,6 miliar. Billy mengungkapkan, perseroan berupaya menghemat biaya promosi dan iklan untuk mengimbangi penurunan penjualan dan membukukan rasio biaya iklan dari penjualan sebesar 7% pada semester I-2022.

Menurut Billy, turunnya penjualan herbal and supplement pada paruh pertama tahun dipengaruhi kenaikan harga rata-rata sejumlah bahan pangan dan kebutuhan pokok. Ia menyebutkan, mayoritas perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) menaikkan harga jual produk mereka di tengah kenaikan harga bahan baku saat ini.

Bagi Dividen

Pada Oktober 2022 lalu, Sido Muncul membagikan dividen interim senilai Rp 405 miliar atau Rp 13,5 per saham. Pembagian dividen SIDO ini berdasarkan keputusan direksi tanggal 27 Oktober 2022 dan persetujuan dewan komisaris berdasarkan keputusan dalam rapat dewan komisaris  tanggal 18 Oktober 2022.

Pembagian dividen tersebut bersumber dari laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 445,59 miliar; saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 765,86 miliar; dan total ekuitas Rp 3,24 triliun.

Lantas, apakah pada tahun ini SIDO akan kembali membagikan dividen? “Benar, seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan membagikan dividen kepada para pemegang saham dari laba yang kami peroleh,” pungkas David.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia