Lagi Turun, Bos BCA (BBCA) Serok Saham Perusahaan
JAKARTA, investor.id - Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA John Kosasih membeli sebanyak 60 ribu saham perusahaan.
Sekretaris Perusahaan BBCA Raymon Yonarto menjelaskan, transaksi itu dilakukan pada 5 Januari 2023 di harga Rp 8.250 per saham. Sehingga nilai transaksinya mencapai Rp 495 juta.
“Tujuan transaksi, investasi,” papar Raymon Yonarto dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (11/1/2023).
Sebelum transaksi, John Kosasih menggenggam 221.765 saham. Setelah transaksi menjadi 281.765 saham BBCA.
Adapun pada perdagangan Selasa (10/1/2023), saham BBCA ditutup anjlok 3,25% ke Rp 8.175. Sebanyak 89,32 juta saham ditransaksikan, frekuensi 26.210 kali, dan nilai transaksi Rp 734,1 miliar. Sedangkan di tanggal 5 Januari, BBCA ditutup melemah 1,20% ke Rp 8.250. Secara year to date, BBCA turun 4,39%.
Sebelumnya diberitakan, Bank BCA berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 21% dari Rp 30,12 triliun menjadi Rp 36,45 triliun sampai November 2022. Lonjakan tersebut didukung pertumbuhan pendapatan bersamaan dengan penurunan provisi.
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa realisasi laba bersih tersebut telah merefleksikan 98% dari target tahun 2022 senilai Rp 37 triliun. Angka tersebut juga telah merefleksikan 94% dari target konsensus analis senilai Rp 38,78 triliun.
Tidak hanya itu, Mandiri Sekuritas menyebutkan, BCA berhasil menunjukkan perbaikan indikator lainnya, seperti pertumbuhan kredit mencapai 13% dan simpanan sebesar 8% pada November 2022, dibaningkan bulan yang sama tahun lalu. Sedangkan margin bunga bersih (NIM) stabil di level 4,9% sampai November 2022.
Sedangkan biaya provisi hanya mencapai Rp 4,1 triliun dalam 11 bulan tahun 2022 atau menunjukkan penurunan 42% dari periode sama tahun sebelumnya. Biaya kredit juga turun dari 1,3% menjadi 0,7%. Perbaikan berbagai indikator tersebut mendorong Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 9.200.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






