Jumat, 15 Mei 2026

Bimbel Lavender (BMBL) Gencar Genjot Ekspansi setelah IPO

Penulis : Yunia Rusmalina
12 Jan 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) atau Bimbel Lavender. (Ilustrasi/Perseroan)
PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) atau Bimbel Lavender. (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) atau Bimbel Lavender akan menggenjot ekspansi dengan membuka cabang baru di sejumlah kota, usai menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam aksi IPO ini, Bimbel Lavender meraih dana segar Rp 52,64 miliar.

Direktur Utama Bimbel Lavender (BMBL) Galih Pandekar mengatakan, pihaknya akan membuka cabang bimbingan belajar (bimbel) baru di sejumlah kota yang memiliki perguruan tinggi. “Ekspansi ini sejalan dengan tujuan penggunaan dana IPO sebagaimana dijelaskan dalam prospektus,” ujar Galih di BEI, Rabu (11/1/2023).

Bimbel Lavender mencatatkan saham perdana di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga penawaran sebesar Rp 188. Perseroan tercatat sebagai perusahaan  ke-8 yang melaksanakan IPO pada tahun 2023.

ADVERTISEMENT

Bersamaan dengan pencatatan saham, akan dicatatkan pula sebanyak 224 juta Waran  Seri I dengan rasio 10:8. Sebelumnya perseroan menetapkan harga waran Rp 250. Perseroan memperoleh dana sekitar Rp 56 miliar dari penerbitan waran.

Selain itu, dana yang diperoleh dari hasil IPO rencananya sekitar 76% untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Beberapa dananya untuk pelunasan pembelian apartemen dan bangunan, pembelian ruang kantor, penambahan ruang kelas, renovasi kantor dan ruang kelas. Kemudian, renovasi bangunan dan apartemen, pengembangan kanal pembelajaran digital, pengembangan konten untuk pembelajaran digital dan program Virtual Reality.

Sisanya sekitar 25% akan digunakan untuk modal kerja. Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja perseroan.

Adapaun perseroan telah menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 25/POJK.04/2017 tentang Pembatasan Atas Saham yang Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum, pemegang saham atas nama PT Sentra Investa Maksima, PT Ammar Al Amanah, Galih Pandekar dan Aulia Firdaus tidak akan mengalihkan baik seluruh maupun sebagian saham-saham (lock up) yang dimiliki  hingga delapan bulan setelah Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan menjadi efektif.

PT Lavender Bina Cendikia adalah perusahaan yang bergerak di sektor pendidikan dengan spesifikasi bimbingan belajar dan konseling didirikan sejak tahun 2011. Dibentuk oleh 2 orang dosen UI dengan hanya 8 klien dan sekarang berkembang mencapai 273 klien sebelum semester awal 2022.

Dengan produk yang bervariasi dan terus bertambah, perseroan memiliki produk andalan yang berbeda dan tidak dimiliki oleh kompetitor lain, yaitu program Supercamp atau karantina. Dimana program ini merupakan kontributor utama bagi perusahaan dalam meningkatkan revenue. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia