Harga CPO Pekan Lalu Turun Hingga 5%, Bagaimana Pekan Ini?
JAKARTA, investor.id – Pada pekan lalu, harga CPO turun hingga 5%. Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis mingguan periode 6 – 13 Januari 2023. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari 2023 turun 161 Ringgit Malaysia (4,21%) menjadi 3.820 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak pengiriman CPO untuk Februari 2023 merosot 205 Ringgit Malaysia (5,35%) menjadi 3.833 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Maret 2023 terkoreksi 211 Ringgit Malaysia (5,49%) menjadi 3.841 Ringgit Malaysia per ton. Pada April 2023 jatuh 204 Ringgit Malaysia (5,31%) menjadi 3.845 per ton.
Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman Mei 2023 terpangkas 190 Ringgit Malaysia (4.94%) menjadi 3.850 Ringgit Malaysia per ton. Serta, Juni 2023 rontok 167 Ringgit Malaysia (4,34%) menjadi 3.845 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX Girta Yoga menyebut, pergerakan harga CPO di pekan ini indikator pasar yang akan dirilis pada awal pekan nanti. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode 15 hari pertama Januari, perkembangan situasi di Malaysia terutama terkait masalah tenaga kerja, perkembangan situasi di Indonesia terkait kebijakan ekspor dan program biodiesel, perkembangan situasi di negara importir utama seperti India dan Tiongkok, serta situasi di pasar minyak nabati.
“Pekan ini harga CPO diperkirakan bergerak di resistance 4.250-4.500 Ringgit Malaysia per ton. Apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun menuju support di kisaran harga 3.500 - 3.250 Ringit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Yoga menjelaskan, pelemahan permintaan dari negara importir dalam waktu dekat ini nampaknya masih akan berlanjut. Terlebih, dengan potensi pasokan berlimpah di pasar minyak nabati jelang berlangsungnya musim panen di Brasil, sehingga ada kemungkinan terjadi peralihan di pasar dari CPO ke minyak nabati.
Namun, lanjut dia, sejauh ini perlambatan ekonomi belum menjadi sentimen penggerak utama yang mengakibatkan penurunan permintaan, namun lebih disebabkan karena gangguan di sisi produksi seperti tingginya curah hujan ataupun cuaca kering ekstrim di negara produsen utama, sehingga mempengaruhi keseimbangan pasokan ke pasar global.
Sedangkan untuk pergerakan harga minyak kedelai pada pekan ini, Yoga memprediksi tetap berada pada tren bullish. Indikator yang dipantau adalah gangguan cuaca kering di Argentina, pasokan di Brasil jelang musim panen, perkembangan situasi di negara importir utama seperti India dan Tiongkok, serta situasi di pasar CPO.
“Perkiraan untuk level resistance harga minyak kedelai akan berada di kisaran harga US$ 65-70 per pounds, dan apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun menuju support di kisaran harga US$ 60-55 per pounds,” tambah Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






