Jumat, 15 Mei 2026

Lock-up Segera Usai, Pengendali Rohartindo (TOOL) Mau Lepas Saham Perseroan ke Investor Strategis

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Jan 2023 | 07:52 WIB
BAGIKAN
PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL). (Foto: Ist)
PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL). (Foto: Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL), perusahaan perkakas dengan merek Nankai, dengan pemegang saham pengendali yaitu PT Rohartindo Maju Perkasa (RMP) sedang menjajaki kemungkinan masuknya investor strategis guna mengakselerasi pertumbuhan bisnis yang strategis, termasuk pengembangan dan inovasi produk baru, perluasan jaringan distribusi serta pemasaran digital.

RMP selaku pemegang saham pengendali sebanyak 76,1% dalam perseroan berencana melepaskan sebagian saham kepada investor strategis yang akan dilaksanakan setelah berakhirnya periode lock-up (penguncian) atas saham tersebut yang berakhir 10 April 2023.

Namun manajemen perseroan menjelaskan bahwa penjualan sebagian saham milik RMP tidak akan mengubah pengendalian RMP atas perseroan, serta perseroan tidak akan menerbitkan saham baru dalam proses ini, sehingga tidak akan terjadi dilusi atas saham Rohartindo Nusantara.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama Rohartindo Nusantara Ronald Hartono Tan mengungkapkan saat ini pihaknya masih dalam tahap awal pembicaraan dengan investor strategis yang kemungkinan besar dari negeri Tirai Bambu.

"Masih dalam negosiasi, termasuk besaran saham yang akan dilepas,” kata Ronald dalam keterangan resmi, Senin (16/1/2023).

Corporate Secretary Rohartindo Nusantara Dian Ayu Saraswati mengatakan kinerja perusahaan menunjukkan progres yang positif dengan pencapaian laba bersih di tahun 2022.

Per September 2022, perseroan mampu membukukan laba bersih atribusi entitas induk mencapai Rp 13,46 miliar dalam 9 bulan, naik 26,14% dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 10,67 miliar.

Kenaikan laba bersih itu seiring dengan pencapaian pendapatan perseroan sebesar Rp 77,45 miliar, kendati turun 7,85% dari September tahun 2021 sebesar Rp 84,05 miliar.

Pendapatan terbesar disumbang dari penjualan perkakas Rp 52,46 miliar, dari sebelumnya Rp 72,05 miliar, disusul perabot rumah tangga Rp 10,24 miliar, dari Rp 10,39 miliar dan tas koper yang justru melonjak 819% menjadi Rp 14,74 miliar dari Rp 1,60 miliar.

Ronald optimistis perseroan akan dapat meningkatkan omzet perusahaan, apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini ketika pemerintah sudah mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di 2023 ini.

“Kami optimistis dapat meningkatkan omzet penjualan pada tahun-tahun mendatang pasca-IPO. Selain itu dengan pesatnya tingkat permintaan koper robot Airwheel yang sedang tren ikut mendongkrak omzet penjualan perseroan,” jelas Ronald.

Menurut dia, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkakas dan peralatan rumah tangga serta koper, perseroan hadir untuk memenuhi melihat potensi dan peluang bisnis sektor konsumer tersebut dengan menghadirkan produk-produk yang memenuhi permintaan konsumen di bidang perkakas dan peralatan untuk keperluan rumah tangga untuk kelas menengah bawah.

Perseroan mencatatkan saham perdana lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebanyak 410 juta di harga Rp 127/saham sehingga perusahaan meraih dana Rp 52,07 miliar. IPO digelar pada tahun lalu.

Selain IPO, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 205 juta atau 12,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Setiap pemegang 2 saham baru berhak atas pembelian 1 waran dengan harga pelaksanaan Rp 500 yang dapat dilakukan setelah 6 bulan sejak 8 Februari 2023 sampai dengan 8 Agustus 2024.

Pada perdagangan Jumat (13/1/2023), saham TOOL ditutup di Rp 72 naik tipis 1,41%. Volume sebanyak 574,7 ribu saham, frekuens 187 kali, dan nilai transaksi Rp 41,83 juta.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia