Jumat, 15 Mei 2026

Beragam Sentimen Jelang Libur AS Bikin Harga Minyak Flat

Penulis : Indah Handayani
16 Jan 2023 | 11:04 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak, REUTERS/Fabian Bimmer
Ilustrasi harga minyak, REUTERS/Fabian Bimmer

JAKARTA, investor.id - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi di tengah berlangsungnya libur di pasar AS. Sentimen dari potensi pasokan berlebih di Asia dan kekhawatiran kasus Covid-19 di Tiongkok yang membebani pergerakan harga, dibatasi oleh sentimen dari pernyataan UEA dan penghentian pasokan minyak Iran ke Suriah.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, pasca pemberlakuan batas harga G7, Rusia beralih menggunakan kapal dari Tiongkok untuk tetap bisa mengirimkan minyaknya menuju Asia. Sumber perdagangan dan data pelacakan Eikon pada hari Minggu melaporkan setidaknya ada lima supertanker Tiongkok yang mengirimkan minyak Ural Rusia, yaitu empat tujuan Tiongkok dan satu tujuan India. Kelima pengiriman tersebut dijadwalkan antara 22 Desember dan 23 Januari.

“Data tersebut mengindikasikan Rusia masih tetap dapat menjual minyaknya di tengah kekurangan kapal pasca sanksi dari Barat, dan sekaligus memicu kekhawatiran pasokan berlebih di pasar Asia,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (16/1/2023).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 di Tiongkok telah mencapai hampir 60 ribu orang pada hari Sabtu, dan diperkirakan setidaknya akan terjadi 1 juta kematian pada tahun ini, ungkap data terbaru yang diumumkan oleh otoritas kesehatan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, OPEC+ sedang menghadapi prospek yang tidak stabil di pasar minyak, baik dalam sisi penawaran maupun permintaan, kata menteri energi UEA Suhail al-Mazrouei pada hari Sabtu. Kapasitas produksi OPEC+ saat ini turun 3.7 juta bph karena lebih sedikit investasi di sektor minyak, tambah Al-Mazrouei. “Pernyataan UEA tersebut mengindikasikan potensi berkurangnya pasokan minyak dari OPEC+ ke pasar global,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, sentimen positif lainnya datang dari berita bahwa Iran akan berhenti memasok minyak murah ke Suriah, dan meminta Suriah untuk membayar lebih tinggi untuk minyak Iran, sekitar $70 per barel, dan harus di bayar di muka, kutip The Wall Street Journal pada hari Minggu. Selain itu, Iran juga secara tegas menolak melakukan pengiriman baru dengan pembayaran secara kredit. Situasi tersebut mengisyaratkan bahwa pasokan minyak dari Iran ke pasar global akan terbatasi untuk sementara waktu.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 77 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia