Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Berpotensi Melemah

Penulis : Indah Handayani
17 Jan 2023 | 09:31 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id – Harga minyak berpotensi melemah pada perdagangan Selasa (17/1/2023). Harga minyak diprediksi bakal bergerak di rentang US$ 78,10 - 81,74 per barel.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga minyak turun pada Senin (16/1/2023). Berkonsolidasi setelah kenaikan kuat minggu lalu menjelang rilis perkiraan permintaan dari OPEC dan IEA serta banjir data ekonomi yang berpotensi berpengaruh pada minggu ini. “Organisasi Negara Pengekspor Minyak merilis analisis terbaru pada hari Selasa, diikuti oleh Badan Energi Internasional pada hari Rabu,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (17/1/2023).

Analis dan komisaris PT Orbi Trade Berjangka Vandy Cahyadi mengatakan, laporan bulanan ini dipelajari secara luas untuk analisis mereka tentang perkembangan utama yang memengaruhi tren pasar minyak dalam permintaan minyak dunia. Tetapi laporan ini bisa menjadi sangat penting bulan ini mengingat pentingnya pasar menempatkan potensi pemulihan permintaan minyak Tiongkok setelah importir minyak mentah utama dunia. Menghapus pembatasan Covid-19 pada akhir 2022 setelah bertahun-tahun melakukan penguncian ketat.

ADVERTISEMENT

“Pembukaan pembatasan Covid-19 di Tiongkok membuat pasar optimisme seputar permintaan Tiongkok, dalam waktu dekat pasar minyak tetap dipasok dengan cukup baik. Kami melihat kenaikan lebih lanjut dari Kuartal II-2023 di US$ 87,50 per barel, karena pasar semakin ketat,” kata Vandy. 

Beberapa bukti dari pasokan yang melimpah ini berasal dari data yang menunjukkan ekspor minyak Iran mencapai level tertinggi baru dalam dua bulan terakhir tahun 2022 meskipun ada sanksi AS atas pengiriman yang lebih tinggi ke Tiongkok dan Venezuela.

Konsultan energi SVB International mengatakan ekspor minyak mentah Iran pada Desember rata-rata 1,13 juta barel per hari, naik 42 ribu barel per hari dari November dan angka tertinggi 2022 yang dilaporkan SVB berdasarkan perkiraan yang diberikan sebelumnya.

Namun, pasokan dapat dipengaruhi oleh berita bahwa Turki menutup Selat Bosphorus yang vital untuk pengiriman Senin pagi setelah sebuah kapal terjepit di tepi jalur air yang menghubungkan Laut Hitam ke pasar global. Insiden seperti itu di Bosphorus biasanya diselesaikan dalam beberapa jam, tetapi masalah yang berkepanjangan dapat mencegah kapal tanker minyak yang berlayar dari Rusia melewati selat tersebut.

Faktor lain yang membantu kenaikan harga minyak mentah adalah tanda-tanda inflasi telah memuncak, terutama di AS, yang berpotensi menyebabkan Federal Reserve mengekang kebijakan pengetatan agresifnya, sehingga merugikan dolar AS. Greenback yang lebih lemah membuat komoditas, termasuk minyak, yang didenominasi dalam dolar, lebih murah untuk dibeli oleh pembeli asing.

Rilis data utama minggu ini adalah penjualan ritel AS, pada hari Rabu. Mereka membukukan penurunan terbesar dalam 11 bulan di bulan November dan penurunan serupa di bulan Desember akan menambah ekspektasi bahwa Fed akan mendinginkan kenaikan suku bunga yang besar untuk menghindari lebih banyak kerusakan pada ekonomi dan dengan demikian permintaan minyak mentah dari konsumen terbesar di dunia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia