Jumat, 15 Mei 2026

‘Utak-atik’ Grup MDKA Jelang IPO Merdeka Battery

Penulis : Thresa Sandra Desfika
18 Jan 2023 | 12:02 WIB
BAGIKAN
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Perseroan)
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), perusahaan pertambangan mineral papan atas Indonesia, menyiapkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham unit bisnis nikel, PT Merdeka Battery Materials (MBM), yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan riset CLSA, Selasa (17/1/2023), pencatatan saham MBM di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menegaskan posisi kunci Merdeka Gold di rantai pasok baterai mobil listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia sekaligus merealisasikan nilai MBM di valuasi sum of the parts (SOTP) perseroan.

Di tengah kabar IPO Merdeka Battery itu, akhir-akhir ini, Merdeka Copper Gold gencar menggelar transaksi afiliasi.

ADVERTISEMENT

Pertama, MDKA menyampaikan bahwa anak usahanya, yakni PT Merdeka Energi Nusantara (MEN) telah menuntaskan pengambilan bagian saham yang dikeluarkan oleh PT Merdeka Battery Materials (MBM) yang juga masih merupakan perusahaan terkendali MDKA.

“MEN dan MBM sebelumnya telah menandatangani perjanjian pengambilan bagian saham bersyarat yang berlaku efektif pada 8 Desember 2022 (CSSA). Penyelesaian berdasarkan CSSA telah terjadi pada tanggal 27 Desember 2022,” ungkap Sekretaris Perusahaan MDKA Adi Adriansyah Sjoekri dalam keterbukaan informasi dikutip akhir Desember lalu.

“Merujuk pada keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan melalui Surat No.275/MDKA-JKT/CORSEC/XII/2022 tanggal 12 Desember 2022 sehubungan dengan perjanjian pengambil bagian saham bersyarat, bersama ini kami sampaikan bahwa penyelesaian telah terjadi,” lanjutnya.

Dengan terjadinya penyelesaian tersebut, terang Adi, MEN sebagai perusahaan terkendali MDKA yang 99,99% modal ditempatkan dan disetornya dimiliki oleh MDKA, telah efektif menjadi pemegang saham MBM dengan kepemilikan 59,88% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor MBM.

Kedua, MDKA sempat mengumumkan bahwa perseroan, Garibaldi Thohir, dan PT Prima Puncak Mulia (PPM) telah menandatangani perjanjian pada 30 Desember 2022.

Perjanjian tersebut dibuat berdasarkan perjanjian awal berupa penyediaan fasilitas pinjaman yang diberikan MDKA kepada PPM sebagaimana telah disampaikan MDKA pada keterbukaan informasi 19 Mei 2022.

Manajemen MDKA, dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (4/1/2023), menjelaskan bahwa melalui perjanjian terbaru,  MDKA, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, dan PPM sepakat bahwa PPM akan mengalihkan dan menyerahkan kepada Garibaldi Thohir dengan cara novasi sebagian kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap MDKA berdasarkan perjanjian awal atas porsi dari fasilitas sebesar Rp 128,45 miliar dengan jumlah bunga yang timbul darinya sejak tanggal penarikan oleh PPM, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan perjanjian awal dan perjanjian teranyar.

Menurut mereka, transaksi yang dilakukan tersebut merupakan suatu transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, di mana Garibaldi Thohir dan PPM merupakan afiliasi dari perseroan.

Dengan terlaksananya transaksi, Merdeka Copper Gold memberikan dukungan pendanaan yang akan digunakan Boy Thohir untuk mengambil bagian saham milik PPM pada PT Merdeka Battery Materials yang merupakan perusahaan terkendali Merdeka Copper, dalam rangka restrukturisasi pada PT Merdeka Battery Materials yang diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada MDKA yang pada akhirnya dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan.

“Transaksi juga telah melalui penilaian menggunakan prosedur internal dengan syarat dan ketentuan yang sama apabila transaksi dilakukan dengan pihak yang tidak terafiliasi, sehingga syarat dan ketentuan atas transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum. Lebih lanjut, transaksi juga lebih efektif dan efisien apabila dilakukan antara pihak-pihak terafiliasi perseroan,” jelas manajemen MDKA.

Ketiga, atau transaksi afiliasi yang paling baru, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjual 1.447.766 saham PT Batutua Pelita Investama (BPI) kepada PT Merdeka Battery Materials (MBM) senilai Rp 1,24 triliun.

Manajemen MDKA menjelaskan bahwa perseroan dan MBM telah menandatangani perjanjian yang berlaku efektif pada tanggal 13 Januari 2023.

“Berdasarkan perjanjian, perseroan akan menjual sebanyak 1.447.766 saham miliknya di BPI kepada MBM,” papar manajemen MDKA dikutip Rabu (18/1/2023).

Mereka menyebutkan, nilai transaksi atau harga total pembelian saham BPI oleh MBM adalah Rp 1,24 triliun. Adapun MBM merupakan perusahaan terkendali MDKA yang sahamnya dimiliki MDKA secara tidak langsung melalui PT Merdeka Energi Nusantara sebesar 59,88%.

Adapun dari laporan penilai disebutkan bahwa hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen perseroan terkait dengan transaksi terhadap kepentingan pemegang saham adalah untuk mengintegrasikan bisnis BPI di bawah MBM yang akan fokus pada pertambangan dan pengolahan nikel dan tembaga yang akan meningkatkan nilai saham perseroan, memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 detik yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia