Rupiah Meningkat Seiring Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (18/1) sore meningkat, seiring dengan penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Rupiah ditutup menguat 78 poin atau 0,51% ke posisi Rp 15.088 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.165 per dolar AS.
“Rupiah menguat oleh pelemahan dolar AS. Hampir semua mata uang baik mata uang utama dunia kecuali Yen Jepang, maupun mata uang regional menguat terhadap dolar AS oleh turunnya imbal hasil obligasi AS,” kata Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong, Rabu.
Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun turun ke level 4,171% dan tenor 10 tahun turun ke posisi 3,481%.
Selain itu, penguatan rupiah masih akan terus didukung oleh revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Pemerintah Indonesia berencana merevisi PP Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/ atau Pengolahan Sumber Daya Alam agar selaras dengan pertumbuhan ekspor dengan cadangan devisa. Revisi peraturan DHE diyakini dapat meningkatkan cadangan devisa nasional.
Berdasarkan PP Nomor 1 Tahun 2019 hanya sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan, yang diwajibkan mengisi cadangan devisa dalam negeri. Selain menambah sektor komoditas ekspor, pemerintah juga akan meninjau lebih jauh terkait besaran jumlah yang harus masuk dalam cadangan devisa.
Sementara pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan pasar masih menantikan data baru seperti keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) lewat hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Kamis (19/1), dan keputusan Federal Reserve (Fed) di awal Februari 2023.
Di sisi lain, kebijakan kenaikan suku bunga acuan AS yang lebih kendur masih memberikan harapan untuk aset berisiko.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 15.183 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.075 per dolar AS hingga Rp 15.194 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu naik ke posisi Rp 15.137 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.154 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






