Jumat, 15 Mei 2026

Penjualan Kobexindo (KOBX) Melejit, Tertinggi dalam Lima Tahun

Penulis : Jauhari Mahardhika
23 Jan 2023 | 15:28 WIB
BAGIKAN
Salah satu unit alat berat yang dipasarkan PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX). (Foto: KOBX)
Salah satu unit alat berat yang dipasarkan PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX). (Foto: KOBX)

JAKARTA, investor.id – PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), penyedia alat berat terintegrasi, membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 41% pada 2022. Angka tersebut masih sementara, karena menunggu hasil audit.

Sebagai gambaran, pertumbuhan penjualan Kobexindo itu dikontribusi oleh penjualan alat berat pertambangan dan non-tambang. “Sepanjang 2022, kami berhasil membukukan penjualan sebesar US$ 168,5 juta, tumbuh 41% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar US$ 119,3 juta,” kata Martio, wakil direktur utama Kobexindo Tractors, dalam keterangannya, Senin (23/1/2023).

Menurut dia, angka tersebut merupakan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pencapaian ini tidak lepas dari strategi perseroan untuk mengoptimalisasikan penjualan unit alat berat tambang maupun non-tambang.

ADVERTISEMENT

Tingginya permintaan alat berat tersebut tidak lepas dari tingginya harga komoditas tambang sejak 2021. Adapun tahun 2022, meskipun terjadi penyesuaian harga komoditas, namun besaran harga yang berlaku masih menguntungkan pemilik pertambangan untuk meningkatkan kuota produksi guna memenuhi permintaan bahan tambang.

“Membaiknya perekonomian pasca pandemi Covid-19 yang berujung pada pelonggaran aktivitas dengan tetap memperhatikan prosedur kesehatan dan keamanan juga menjadi katalis positif pertumbuhan. Hal tersebut memicu sektor-sektor usaha tambang, industrial, logistik, serta konstruksi yang menjadi target pasar kami,” jelas Martio.

Sepanjang 2022, emiten berkode saham KOBX ini mencatat beberapa poin yang harus diperhatikan untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan pada 2023 dan tahun-tahun mendatang. Terutama, yang berkaitan dengan pasokan unit alat berat.

Beberapa hal tersebut di antaranya kapasitas produksi produsen alat berat, harga bahan baku alat berat (baja), keterbatasan armada dan kenaikan biaya logistik/transportasi dalam memenuhi lonjakan permintaan, tingkat permintaan konsumen, kenaikan suku bunga, fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, serta ancaman dampak resesi global.

Atas hal-hal tersebut, KOBX telah melakukan antisipasi seperti strategi inventori dengan memproyeksikan pesanan pelanggan dalam beberapa bulan ke depan, mengamankan pasokan alat berat, seperti yang telah dilakukan dengan Doosan dan NHL Terex, Mercedes Benz, serta strategi harga.

“Kami optimistis pertumbuhan bisnis di 2023 akan melanjutkan momentum pertumbuhan di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini ditopang oleh penjualan lini produk unggulan yang andal dan memiliki tingkat efisiensi yang tinggi, serta didukung oleh layanan purna jual dan kesediaan suku cadang di 13 titik kantor cabang kami,” papar Martio.

Untuk mendukung strategi pertumbuhan tahun ini, KOBX menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 4 juta guna mendukung operasional dan peremajaan unit rental alat berat.

Selain itu, KOBX menyiapkan beberapa produk baru yang akan diperkenalkan pada 2023 untuk memperkuat lini produk alat berat pertambangan maupun non-tambang.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia