Izin Produksi Bumi Resources (BUMI) Tahun 2023 Lampaui Estimasi
JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengantongi izin produksi batu bara sebanyak 81,4 juta ton tahun ini dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Jumlah tersebut lebih tinggi 14,6% dibandingkan tahun lalu dan melampaui estimasi analis.
Hal itu terungkap dalam riset Samuel Sekuritas. Dalam riset itu, analis Samuel Sekuritas Juan Harahap mengatakan, izin produksi Bumi diprediksi hanya 77 juta ton. "Kami melihat hal ini sebagai sentimen positif dan bisa mendorong Bumi memonetisasi harga batu bara yang masih berada di level tinggi,” kata dia, belum lama ini.
Seiring dengan itu, Samuel Sekuritas memproyeksikan, tahun ini, Bumi mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih 5,3% menjadi US$ 554 juta, didorong penurunan beban bunga 78% menjadi US$ 36 juta. Hal itu terjadi seiring pembayaran utang sebesar US$ 1,56 miliar melalui NPR (nonpre-emptive rights) atau private placement kuartal IV-2022.
*Patut diketahui, utang OWK (obligasi wajib konversi) perseroan sudah dikonversi seluruhnya ke saham pada Desember 2022,” sebut dia.
Dengan demikian, Samuel Sekuritas merekomendasikan buy saham BUMI dengan target harga Rp 230. Jumat pekan lalu, saham BUMI menguat 5,33% ke level Rp 158, dengan volume transaksi 1,31 miliar, frekuensi 17.226 kali, dan nilai transaksi Rp 204 miliar. Dalam satu pekan, BUMI saham melesat 9,72%.
Sebelumnya, Bumi menjajaki proyek hilirisasi batu bara demi mendapatkan insentif royalti 0%. Proyek ini kemungkinan direalisasikan dalam 2-3 tahun ke depan.
"Kebijakan royalti 0% bagi batu bara untuk proyek hilirisasi merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi kami. Itu sebabnya, kami kaji proyek hilirisasi batu bara" ujar Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava, awal tahun ini.
Insentif royalti 0% untuk batu bara dalam proyek hilirisasi ada dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Cipta Kerja. Dalam Perppu tersebut disebutkan, pemerintah memberlakukan kebijakan produksi/royalti sebesar 0% untuk batu bara di proyek hilirisasi. Ketentuan itu akan diatur lebih lanjut dalam dalam Peraturan Pemerintah (PP).
Dileep melanjutkan, saat PP terkait sudah rampung, perseroan akan mengkaji lebih lanjut proyek hilirisasi batu bara. Bagi perseroan, insentif mendorong proyek hilirisasi menjadi kunci untuk go green & clean.
Bumi adalah perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Sumber daya batu bara bumi sekitar 10 miliar ton.
Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, beberapa emiten akan diuntungkan oleh aturan itu. Salah satunya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang menggandeng PT Pertamina menggarap proyek gasifikasi batu bara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada 2024, dengan produk dimethyl ether (DME) 1,4 juta ton per tahun.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






