Jumat, 15 Mei 2026

Konsorsium United Tractors (UNTR) Bidik Proyek Tol Rp 15,4 T

Penulis : Muawwan Daelami
24 Jan 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT United Tractors Tbk (UNTR). (BeritaSatu Photo)
Ilustrasi PT United Tractors Tbk (UNTR). (BeritaSatu Photo)

JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UT/UNTR) membentuk konsorsium dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Hutama Karya untuk mengikuti tender proyek jalan tol Sentul Selatan-Karawang senilai Rp 15,4 triliun tahun ini.

UNTR masuk proyek itu melalui PT Persada Utama Infra, anak usaha PT Pamapersada Nusantara (PAMA), perusahaan yang dikendalikan perseroan.

Sekretaris Perusahaan United Tractors (UNTR) Sara K Loebis menjelaskan, di proyek tersebut, Persada Utama Infra bertindak sebagai pemrakarsa. "Saat ini, proyek itu masih dalam tahap proses tender. Jadi, kami tunggu proses tender itu rampung," ujar Sara kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S. Atmawdijaja mengatakan, panjang tol Sentul Selatan-Karawang Barat mencapai 61,5 kilometer (km). Ini merupakan satu di antara empat proyek jalan tol yang akan dibangun tahun ini.

Di samping Sentul Selatan-Karawang, dia menuturkan, proyek lain yang juga mulai dikerjakan tahun ini adalah jalan akses Patimban sepanjang 37 km senilai Rp 84,8 triliun, kemudian tol Kamal-Teluknaga-Rajeg sepanjang 39 km senilai Rp 18,8 triliun, tol Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31 km senilai Rp 8,9 triliun, dan tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,5 km senilai Rp 10,2 triliun.

ADVERTISEMENT

"Sejumlah proyek ini masih di Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) dan ada yang dalam proses feasibility study (FS) oleh investornya," tutur Endra.

Prospek Saham

Sementara itu, mencermati aksi entitas usaha UT di sektor jalan tol, Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menyampaikan, perluasan usaha perseroan ke sektor itu sebetulnya sudah tercium lama. Bahkan, di luar itu, perseroan akan memperkaya lini usaha dengan melebarkan sayap hingga sektor tambang emas dan nikel.

"Percepatan diversifikasi usaha ini berkaitan dengan adanya transisi energi dari fosil menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Jadi UT sudah siap-siap," ujar Kiswoyo kepada Investor Daily, Senin (23/1).

Apalagi, Kiswoyo melihat, perseroan memiliki kas yang sangat cukup untuk masuk ke sektor infrastruktur jalan tol, sehingga pengembangan usaha ini menjadi sebuah keniscayaan.
Kecukupan kas penting, karena jalan tol memerlukan capital expenditure (capex) yang besar pada fase awal.

Namun, pada akhirnya, dia menerangkan, investasi tol menguntungkan, karena akan menghasilkan pendapatan berkelanjutan. Adapun belanja yang dikeluarkan cenderung hanya untuk kebutuhan pemeliharaan (maintenance).

"Itu artinya, UT ingin menstabilkan pendapatan, sehingga masuk ke sektor yang menghasilkan recurring income. Apalagi, perseroan memiliki kontraktor. Biasanya, kalau bagian dari Grup Astra, pekerjaannya akan diberikan ke Acset," ujar dia.

Pekan lalu, saham UNTR diperdagangkan di level Rp 26.775. Kiswoyo berpendapat, investor bisa mulai memborong saham anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) di bawah area Rp 26 ribu lantaran industri batu bara masih ramai. 

Selain itu, dia menuturkan, harga batu bara pada kuartal IV-2022 masih bagus. Jika sentimen harga batu bara ini tetap kencang bukan tidak mungkin harga saham UNTR akan mampu melesat hingga Rp 35 ribu.

Dalam pandangan Kiswoyo, UT merupakan salah satu anak usaha andalan Grup Astra dengan kontribusi secara konsolidasi sekitar 30% dan 50% disumbang sektor otomotif. Bila harga batu bara tetap konsisten, dia memprediksi sumbangsih UT terhadap Grup Astra akan naik menjadi 35%.

"Tetapi, ancaman saham UNTR adalah penurunan harga komoditas. Jika ini terjadi, saham UNTR bisa turun lagi. Perusahaan sektor tambang kini sudah bersiap menghadapi itu dan UT juga demikian," tandas Kiswoyo.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia