Jumat, 15 Mei 2026

Impack Pratama (IMPC) Optimistis Cetak Laba Bersih 2022 Rp 300 Miliar

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
24 Jan 2023 | 05:40 WIB
BAGIKAN
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)

JAKARTA, investor.id - PT Impack Pratama IndustrI Tbk (IMPC) optimistis tutup tahun 2022 dengan raihan laba bersih Rp 300 miliar. Proyeksi sejalan dengan raihan laba sebesar Rp 100 miliar pada akhir kuartal IV-2022 atau tertinggi sepanjang sejarah perseroan.

Direktur Utama Impack Pratama (IMPC) Haryanto Tjiptodihardjo mengatakan, meski selama tahun 2022 perseroan mengalami tekanan margin dari kenaikan harga bahan baku dan biaya logistik, perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dengan mempertahankan margin laba kotor yang diestimasi sebesar 34,0%.

Secara tahunan, perseroan berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 25,7% menjadi sekitar Rp 2,8 triliun dari Rp 2,2 triliun pada tahun sebelumnya. Realisasi ini 7,7% lebih tinggi dari target perseroan senilai Rp 2,6 triliun. Namun sayangnya, perseroan masih belum menyelesaikan perhitungan laba bersih yang dapat dikantongi oleh perseroan.

ADVERTISEMENT

"Meski begitu IMPC memproyeksikan laba bersih tahun fiskal 2022 diestimasikan melebihi Rp 300 miliar, bertumbuh 45,2% dari laba bersih tahun sebelumnya yang senilai Rp 210 miliar dan 17,3%. Angka tersebut melebihi target sebelumnya sebanyak Rp 260 miliar," jelasnya dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Memasuki tahun 2023 yang masih dibayangi ancaman resesi global, lonjakan suku bunga, dan ketidaktentuan lainnya. IMPC berkomitmen untuk menjaga efisiensi dan produktivitas kerja, serta mengembangkan penjualan produk-produk baru seperti plafon uPVC dan inovasi atap lainnya. Maka dari itu, IMPC menetapkan target penjualan bertumbuh sekitar 17,9% menjadi Rp 3,3 triliun dan target laba bersih menjadi Rp390 Miliar atau naik 27,9% dari tahun 2022.

“Sejak dimulainya program kerja 5 tahunan pada tahun 2020, kami menorehkan pencapaian yang selalu melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Soal ekspansi, perseroan juga siap menggunakan dana hasil private placement sebanyak Rp 325 miliar yang digelar pada November 2022 lalu. Ia menegaskan, dana hasil RI tersebut akan digunakan oleh perseroan untuk pengembangan pengembangan organik maupun inorganik yang diharapkan dapat menyokong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan untuk satu hingga dua tahun ke depan.

Dalam aksi tersebut, sejumlah investor baik yang terafiliasi maupun tidak, mulai dari PT Harimas Tunggal Perkasa sampai perusahaan milik Garibaldi 'Boy' Thohir, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) memborong saham yang ditawarkan melalui skema private placement.

Secara terperinci, Trimegah Sekuritas sebagai pihak non-afiliasi menebus sebanyak 11 juta saham dengan harga sebesar Rp 35,7 miliar. Kemudian, Go Siauw Hong menyerap sebanyak 5 juta saham dengan merogoh kocek sebesar Rp 16,2 miliar.

Selain dua investor tersebut, ada Reksadana Manulife Institutional Equity Fund menebus sebanyak 4 juta saham senilai Rp 13 miliar, lalu DPLK Manulife BCA Balance Fund sebanyak 1 juta saham senilai Rp 3,2 miliar, dan PT Asuransi Allianz Life Indonesia-Smartlink Rupiah Equity Fund sebanyak 917,4 ribu saham senilai Rp 2,9 miliar.

Sedangkan PT Harimas Tunggal Perkasa (HTP) selaku pihak terafiliasi yang memegang porsi kepemilikan 42,73% saham IMPC menyerok sebanyak 78 juta saham dengan nilai Rp 253,7 miliar.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia