Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Naik Terdorong Permintaan Tiongkok dan Sanksi Terhadap Rusia

Penulis : Indah Handayani
24 Jan 2023 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Tampilan udara menunjukkan fasilitas penyimpanan milik perusahaan Lukoil di pelabuhan Arktik Varandei, Rusia pada 22 Oktober 2013. (Foto: REUTERS/Olesya Astakhova)
Tampilan udara menunjukkan fasilitas penyimpanan milik perusahaan Lukoil di pelabuhan Arktik Varandei, Rusia pada 22 Oktober 2013. (Foto: REUTERS/Olesya Astakhova)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak mentah naik sedikit pada Selasa (24/1/2023). Terdorong pasar yang berfokus pada prospek pemulihan permintaan dari importir utama Tiongkok setelah melonggarkan pembatasan wilayah dan sanksi terhadap Rusia masih menjadi fokus pasar.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, dolar AS bergerak melemah di zona 101 ditengah ekspektasi Federal Reserve akan menerapkan kenaikan suku bunga kecil minggu depan meskipun tetap berkomitmen untuk menjinakkan inflasi. “Pelemahan kinerja dolar AS membuat dolar terasa lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya mendukung aksi beli minyak sehingga membawa kenaikan harga minyak,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (24/1/2023).

Di Amerika Serikat, Tim Research and Development ICDX menyebut, nilai minyak mentah sebagian besar telah menguat selama satu setengah minggu terakhir karena permintaan yang kuat untuk ekspor, bersamaan dengan konsumsi domestik yang lebih tinggi, menarik harga naik Tiongkok, importir minyak mentah terbesar dunia, mulai membatalkan kebijakan nol-Covid pada awal Desember dalam perkembangan yang diharapkan oleh Badan Energi Internasional (IEA) akan meningkatkan permintaan minyak global.

ADVERTISEMENT

“Selain itu, lalu lintas Tiongkok menunjukan kepadatan setelah pembukaan wilayah di tengah harapan pemulihan pada ekonomi Tiongkok,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Pada saat yang sama, Tim Research and Development ICDX  menyebut, pelaku pasar masih berfokus pada larangan Uni Eropa terhadap impor minyak mentah Rusia yang mulai berlaku pada bulan Desember akan diperluas untuk mencakup bahan bakar olahan mulai 5 Februari, dan diperkirakan akan semakin memperketat pasokan dari Rusia, dimana Rusia terus menjadi pemasok minyak utama ke India pada bulan Desember, mengirimkan rekor pengiriman 1,25 juta barel per hari (bpd).

Data pemerintah India menunjukan Impor minyak mentah India naik ke level tertinggi lima bulan pada Desember, karena potongan harga dari Rusia. Menurut data dari Petroleum Planning and Analysis Cell, Impor minyak mentah untuk bulan tersebut naik 2,7% dari November menjadi 19,52 juta ton, secara tahunan, impor turun 0,7% di bulan Desember.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 79 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia