Jumat, 15 Mei 2026

Kimia Farma (KAEF) Targetkan Konversi OWK Rp 300 Miliar Rampung Februari

Penulis : Muawwan Daelami
25 Jan 2023 | 06:30 WIB
BAGIKAN
Kantor pusat Kimia Farma. (Foto: beritasatu photo)
Kantor pusat Kimia Farma. (Foto: beritasatu photo)

JAKARTA, investor.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menargetkan penukaran obligasi wajib konversi (OWK) ke saham senilai Rp 300 miliar tuntas pada 15 Februari 2023. Adapun saham baru itu diterbitkan dengan skema penawaran umum terbatas saham atau rights issue.

Direktur Utama Kimia Farma (KAEF) David Utama menuturkan, pemegang OWK senilai Rp 250 miliar sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artinya, mereka sudah siap mengonversi OWK ke saham Kimia Farma.

Selain aksi itu, David memaparkan, anggota holding BUMN farmasi berencana melepas nilai (unlocking value) anak usaha PT Kimia Farma Apotek (KFA). Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menggaet investor Indonesia Investment Authority (INA) melalui anak usahanya PT Akar Investasi Indonesia yyang menggandeng anak usaha Silk Road Fund Co Ltd (SRF) asal Tiongkok, CIJZ Limited.

ADVERTISEMENT

“Di aksi ini, ada dua inisiatif yang kami lakukan. Pertama, unlocking KFA, di mana kami mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 1,86 triliun. Sebanyak 50% dana itu akan dipakai perseroan untuk melunasi utang dan 50% lagi untuk pengembangan bisnis,” kata David dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

David menambahkan, perseroan telah menyiapkan sejumlah rencana strategis guna memperbaiki sisi fundamental, di antaranya memperkuat layanan dan menjalin kerja sama operasional (KSO) dengan pihak-pihak yang memiliki properti-properti strategis.

Dua inisiatif tersebut ditempuh karena perseroan akan melakukan transformasi besar-besaran dari sisi layanan laboratorium dan klinik. Pasalnya, dua layanan ini menyumbang laba bersih paling besar.

“Ritel KFA sudah maju. Tetapi, secara merchandising unethical, kurang kuat. Sementara itu, mayoritas distribusi kami adalah produk sensiri. Padahal, produk Kimia Farma tidak boleh lebih dari 45%,” ungkap David.

Maka dari itu, dia menerangkan, untuk memastikan kinerja perseroan tahun ini membaik, perseroan bakal meningkatkan produk non-Kimia Farma Group sebagai volume based dan mengejar service level delivery mencapai 90%.

Lebih lanjut, dia menyatakan, perseroan akan menggenjot utilisasi pabrik di Banjaran, Bandung, hingga dua kali lipat menjadi 60%. Karena itu, perseroan akan fokus pada obat-obatan generik dibandingkan obat branded.

“Kegiatan manufaktur akan kami tingkatkan, karena kebutuhan terhadap TKDN semakin tinggi,” kata David.

Kunci lain dalam mensukseskan kinerja perseroan tahun ini, dia menegaskan, Kimia Farma akan memperbaiki talenta sumber daya manusia (SDM) secara terstruktur dan berkelanjutan. Sebab, David mengamati, terdapat jarak yang signifikan terkait skill set, sehingga perseroan perlu membuat dasar dan menganalisis jarak yang harus diisi dan dikembangkan.

Lebih jauh, dia mengatakan, perseroan akan fokus mengendalikan biaya, karena ratio of cost employee to revenue sangat tinggi, sebesar 18%, dibandingkan rata-rata industri sebesar 10%. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia