Jumat, 15 Mei 2026

Saratoga (SRTG) Siapkan Rp 2,2 Triliun untuk Investasi

Penulis : Zsazya Senorita
26 Jan 2023 | 22:39 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perusahaan. (Sumber: Laporan tahunan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk)
Ilustrasi perusahaan. (Sumber: Laporan tahunan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk)

JAKARTA, investor.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menganggarkan dana US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun untuk kegiatan investasi tahun ini. Investasi ini memungkinkan diberikan kepada perusahaan baru maupun perusahaan yang sudah dimiliki Saratoga, dengan target return 20% per tahun.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menegaskan, sektor energi baru dan terbarukan (EBT) masih akan menjadi salah satu fokus investasi perseroan pada 2023. Perseroan juga menyatakan akan fokus pada sektor bisnis finansial teknologi (fintek), kesehatan, logistik, dan barang konsumsi.

“Saratoga memang saat ini memiliki portofolio di Adaro Energy dan Merdeka Copper Gold, masing-masing sekarang bisa dibilang adalah perusahaan batu bara. Tetapi sudah melakukan beberapa inisiatif mentransformasi bisnis mereka untuk mendukung electric vehicle,” papar Devin, usai Saratoga Investment Summit 2023 di Fairmont Jakarta, Kamis (26/1/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, SRTG selalu mendukung program pemerintah dalam pengembangan EBT, namun memang perlu waktu. Salah satu perusahaan yang mereka pilih untuk mendukung upaya transisi energi di Indonesia adalah berinvestasi di PT Xurya Daya Indonesia, start-up energi terbarukan yang fokus pada jasa sewa PLTS Atap.

Perusahaan PLTS dipilih karena tipe bisnisnya yang fokus pada komersial dan industri menjadi salah satu cara perseroan bertumbuh. “Jadi hanya bernegosiasi dengan B2B (business to business), mereka setuju, langsung pasang, itu yang tercepat investasi kami di Xurya. Pada saat kami berinvestasi hanya 30 mw (megawatt) sekarang 90 mw,” sambung Devin.

Meski mengaku fokus pada EBT, perusahaan investasi tersebut menegaskan, tidak akan melakukan divestasi perusahaan-perusahaan di bisnis energi fosil tahun ini. Devin berujar, bila menjual perusahaan-perusahaan tersebut, manajemen harus memastikan investor barunya dapat mendorong good corporate governance juga transisi energi.

“Jadi cara kerja kami adalah kami bermitra cari mitra yang cocok dan bila performance mereka terus sesuai target, kami akan mendukung funding mereka,” imbuhnya.

Dalam acara yang sama, Pendiri Saratoga Edwin Soeryadjaya menegaskan bahwa EBT dan teknologi akan menjadi peluang ekonomi baru yang terdepan bagi Indonesia.

Menurutnya, teknologi telah sangat atraktif dalam dekade terakhir. Dengan dukungan pemerintah dalam membentuk lingkungan, dikombinasikan dengan sumber daya manusia dan kreativitas, Indonesia telah menciptakan 13 unicorn, tertinggi di Asia Tenggara.

“Kedua, berlanjutnya, sustainability juga telah menjadi topik penting dalam dunia modern. Pemerintah pun telah berkomitmen untuk investasi di energi terbarukan,” ujar Edwin.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia