Hassana Boga (NAYZ) Patok Harga IPO Rp 100
JAKARTA, investor.id - PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 510 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Nilai nominalnya Rp 10 per saham dan ditawarkan kepada publik dengan harga Rp 100 per saham. Sehingga perseroan akan memperoleh dana dari IPO Rp 51 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Surya Fajar Sekuritas.
Dalam prospektusnya disebutkan, Hassana Boga Sejahtera secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 510 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO ini disampaikan.
Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 1 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I di mana setiap 1 waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Harga pelaksanaannya sebesar Rp 125 yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu 6 bulan sejak efek diterbitkan sampai dengan 1 hari kerja sebelum ulang tahun pertama pencatatan waran seri I, yang berlaku mulai tanggal 7 Agustus 2023 sampai dengan 5 Februari 2024. Total hasil pelaksanaan waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 63,75 miliar.
Pemegang saham NAYZ sebelum IPO adalah PT Hassana Investa Utama 50,98%; PT Asiavesta Investama Jaya 24,51%; Achmad Machlus Sadat 19,61%; dan PT Nusa Perkasa International 4,90%.
Perseroan telah menetapkan pemilik manfaat dari perseroan, yakni Lutfiel Hakim. Ia juga merupakan pengendali dan pemegang saham utama (secara tidak langsung) dari perseroan melalui pengendalian di PT Hassana Investa Utama. Lutfiel Hakim sekaligus direktur utama perseroan.
Aktivitas bisnis perseroan adalah bidang industri makanan bayi. Pada saat ini perseroan menjalankan satu pabrik makanan bayi yang berlokasi di Tangerang.
Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan perseroan dengan urutan prioritas sebagai berikut:
1. Sebesar Rp 4,21 miliar akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik. Transaksi pelunasan pembelian tanah direncanakan akan dilakukan pada kuartal I- 2023;
2. Sekitar Rp 30 miliar akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin dan peralatan pabrik yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seluruh transaksi akan dilakukan dengan pihak ketiga. Transaksi pembangunan pabrik direncanakan akan dilakukan pada kuartal I-2023, sedangkan untuk pembelian mesin dan peralatan pabrik akan dilakukan pada kuartal IV-2023; dan
3. Sisanya akan digunakan perseroan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, marketing dan promosi, dan biaya operasional perusahaan.
Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I seluruhnya akan digunakan untuk biaya operasional, pembelian bahan baku, biaya distribusi, marketing dan promosi.
Berikut jadwal IPO NAYZ:
Tanggal efektif: 30 Januari 2023
Masa penawaran umum: 31 Januari-2 Februari
Penjatahan: 2 Februari
Distribusi saham: 3 Februari
Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI): 6 Februari
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





