Jumat, 15 Mei 2026

Data Ekspor Mengecewakan, Harga CPO Jatuh

Penulis : Indah Handayani
1 Feb 2023 | 05:45 WIB
BAGIKAN
Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal
Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives jatuh pada perdagangan Selasa (31/1/2023). Akhiri penguatan yang terjadi tiga hari berturut-turut. Tertekan data ekspor CPO Malaysia pada Januari 2023 mengecewakan.  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (31/1/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Februari 2023 turun 130 Ringgit Malaysia menjadi 3.720 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 melemah 124 Ringgit Malaysia menjadi 3.806 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman April 2023 terkoreksi 121 Ringgit Malaysia menjadi 3.815 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 merosot 119 Ringgit Malaysia menjadi 3.820 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Juni 2023 kehilangan 117 Ringgit Malaysia menjadi 3.815 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juli 2023 menguat jatuh 114 Ringgit Malaysia menjadi 3.806 Ringgit Malaysia per ton.

Cargo surveyor Amspec Agri melaporkan bahwa ekspor CPO Malaysia untuk periode Januari 2023 turun 26,82% menjadi 1,07 juta ton dibandingkan 1,45 juta ton pada Desember 2022. Sementara ekspor cargo surveyor Intertek Testing Services (ITS) turun sebesar 26,97% menjadi 1,13 juta ton pada Januari 2023 dari sebelumnya 1,56 juta ton.

Pemilik dan salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura Sathia Varga mengatakan ekspor ITS menyusut dari pengurangan besar dalam pengiriman ke India dan Tiongkok.

“CPO berjangka turun tajam, menyerah lebih dari tiga persen karena data ekspor yang lebih lemah serta lebih rendah produksi lokal,” katanya. 

Sementara itu pedagang minyak sawit David Ng mengatakan CPO berjangka sebagian besar lebih rendah karena kekhawatiran permintaan yang lemah disebabkan oleh kelemahan ekonomi secara keseluruhan yang akan terus mendominasi sentimen pasar.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia