Menanti Keputusan OPEC+, Harga Minyak Flat
JAKARTA, investor.id - Harga minyak bergerak flat pada Rabu pagi (1/2/2023). Dipicu oleh aksi tunggu menanti keputusan yang akan diambil oleh OPEC+ mengenai kebijakan produksinya. Di sisi lain, sentimen negatif pasca rilisnya laporan stok API dan kepastian pasokan dari jalur pipa Druzhba, diimbangi oleh pernyataan positif dari para eksekutif perusahaan energi utama AS.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, fokus utama pasar minyak akan tertuju pada pertemuan OPEC dan sekutunya yang berlangsung hari ini (1/2/2023) untuk memutuskan kebijakan produksi terbarunya. Dalam pernyataan yang dirilis hari Selasa, presiden OPEC Gabriel Mbaga Obiang Lima menegaskan bahwa satu hal yang tidak dapat dikendalikan OPEC adalah harga, dan apa yang dapat dilakukan oleh OPEC adalah memastikan pasokan dan permintaan di pasar stabil, tambahnya.
“Namun, Lima juga mengisyaratkan bahwa kondisi pasar saat ini ada lebih banyak permintaan dibanding sebelumnya, karena minyak jauh lebih dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi daripada membatasinya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (1/2/2023).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, dari sisi pasokan dilaporkan bahwa stok minyak mentah dan bensin AS dalam sepekan naik masing-masing sebesar 6.33 juta barel dan 2.73 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 27 Januari. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.
“Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA),” tambah Tim Research and Development ICDX.
Dari Rusia dilaporkan bahwa perusahaan Transneft pada hari Selasa telah menyetujui kontrak penjualan untuk memasok 20 ribu ton minyak Kazakhstan ke Jerman melalui pipa Druzhba pada bulan Februari.
Sementara itu, embargo Uni Eropa (UE) terhadap impor bahan bakar Rusia yang akan dimulai minggu depan diperkirakan akan membuat margin keuntungan yang tinggi pada tahun ini di sektor kilang minyak AS, ungkap para eksekutif perusahaan energi, Exxon Mobil, Marathon Petroleum dan Phillios 66, pada hari Selasa.
Baca Juga:
Minyak Bearish, Tertekan Kebijakan PutinTim Research and Development ICDX menilai, para eksekutif optimistis dengan pergeseran perdagangan bahan bakar global yang diakibatkan oleh embargo akan membuat pasokan bahan bakar mengetat tahun ini, dan dampak penuh dari embargo kemungkinan baru akan terasa pada kuartal kedua nanti.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 77 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






