Jumat, 15 Mei 2026

Dharma Polimetal (DRMA) Tuntaskan Akuisisi Perusahaan Komponen Jepang

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
2 Feb 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)
Sumber: Istimewa
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Sumber: Istimewa

JAKARTA, investor.id - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menuntaskan akuisisi mayoritas saham PT Trimitra Chitrahasta (TCH), perusahaan komponen mobil dan sepeda motor milik kelompok usaha Kuroda Group Co Ltd  asal Jepang.

Presiden Direktur Dharma Polimetal (DRMA) Irianto Santoso mengatakan, perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli (PJB) saham dengan Kuroda untuk mengambil 5.820 (72,75%) saham TCH. Transaksi jual beli tersebut terlaksana dengan mengikuti seluruh kewajiban berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan terpenuhinya kondisi-kondisi sebagaimana tertuang dalam perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) saham, serta diperolehnya hasil penilaian dari kantor jasa penilai publik terkait opini kewajaran atas transaksi.

“Akuisisi TCH sudah kami pertimbangkan dengan matang. Kami yakin masuknya TCH akan memberi manfaat yang besar bagi pengembangan bisnis komponen otomotif yang dikelola perseroan," kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (2/1/23). 

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, masuknya TCH sebagai anak perusahaan terkonsolidasi diharapkan akan memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi keberlangsungan kegiatan usaha perseroan. Sebab, TCH yang memiliki pabrik komponen otomotif di Cikarang dan Cirebon ini untuk para pelanggan seperti Yamaha, Daihatsu, Honda, Suzuki, Hyundai, Toyota, PT TS Tech Indonesia, PKMI, KYB, dan Hitachi. Dengan demikian, akuisisi tersebut otomatis akan meningkatkan penjualan komponen otomotif perseroan.

Sementara itu, hingga akhir September, perseroan membukukan peningkatan penjualan sebesar 28% menjadi Rp 2,66 triliun dari Rp 2,08 triliun.  Laba bersih perseroan mencapai Rp 249,94 miliar, naik 70% dari Rp 146,94 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.  Perseroan optimis, target pertumbuhan penjualan 20% dan laba bersih 50% tahun 2022 bisa tercapai.

Di sisi lain, penjualan otomotif melampaui target selama tahun 2022. Adapun tahun ini, pasar mobil dan sepeda motor diprediksi tetap tumbuh.

Pada 2022, volume penjualan mobil secara wholesales mencapai 1,05 juta, bertumbuh 18% dari realisasi tahun 2021. Jumlah itu 112% dari estimasi Trimegah Sekuritas. Volume tersebut juga sudah setara dengan pencapaian tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.

Analis Trimegah Sekuritas Hasbie mengungkapkan, pangsa pasar PT Astra International Tbk (ASII) tetap kuat, sebesar mencapai 54,8%. Bahkan, tanpa memperhitungkan penjualan LCGC, pangsa pasar Astra mencapai 50,5%, naik dibandingkan tahun 2018 sekitar 44%.

Adapun penjualan sepeda motor, terang dia, mencapai 5,2 juta unit tahun lalu. Angka tersebut juga sudah melampaui estimasi Trimegah Sekuritas atau setara dengan 102%. Meski demikian, pencapaian tersebut masih lebih rendah 20% dari pencapaian 2019.

Tahun 2023, penjualan mobil nasional diprediksi kembali meningkat menjadi 1,05 juta unit, sedangkan sepeda motor 5,6 juta unit. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebanyak 975 ribu unit. Trimegah juga merekomendasikan beli saham DRMA dengan target harga Rp 900. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia