Jumat, 15 Mei 2026

Deltamas Terkoneksi Kereta Cepat, Emiten Grup Sinar Mas (DMAS) Bidik Target Kencang?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Feb 2023 | 10:35 WIB
BAGIKAN
Kota Deltamas. (Ilustrasi/Perseroan)
Kota Deltamas. (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Pengembang kawasan perkotaan terpadu modern Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menargetkan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp 1,8 triliun di tahun 2023.

Penjualan lahan industri masih menjadi penopang utama untuk mencapai target yang dibidik emiten Grup Sinar Mas tersebut.

Direktur Tondy Suwanto menuturkan bahwa permintaan lahan industri di awal tahun 2023 cukup tinggi.

“Masih ada permintaan sekitar 90 hektare lahan industri di awal tahun 2023 ini yang sedang dinegosiasikan,” ujar Tondy Suwanto dalam keterangan resmi, Kamis (2/2/2023).

ADVERTISEMENT

“Permintaan dari data center masih yang terbesar,” tambahnya.

Sektor data center sendiri sebelumnya menjadi penyumbang utama penjualan lahan industri perseroan di tahun 2022.

Tondy Suwanto menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan gaya hidup digital di Indonesia belakangan ini turut mendorong bisnis data center, dan tentunya ini menjadi peluang yang baik bagi kawasan industri untuk menjual lahannya kepada bisnis data center.

“Kami melihat peluang penjualan lahan ke industri data center di tahun 2023 masih cukup besar,” kata Tondy Suwanto.

“Di samping itu, permintaan lahan industri dari sektor-sektor lain seperti otomotif dan turunannya kembali bermunculan,” tambahnya.

Perseroan juga terus mengembangkan kawasan hunian dan komersialnya, serta berupaya untuk terus menghadirkan fasilitas dan infrastruktur sosial untuk menambah kenyamanan dan dinamika gaya hidup modern bagi para penghuni dan pekerja serta memberikan peluang bagi para pelaku usaha komersial di kawasan Kota Deltamas.

Sebelumnya, perseroan berhasil meraih prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 1,86 triliun di tahun 2022, sekitar 3,6% lebih tinggi daripada target marketing sales tahun 2022 sebesar Rp 1,8 triliun.

Perseroan juga menyebut stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan terkoneksi langsung dengan kawasan Kota Deltamas. Di mana kereta cepat diharapkan beroperasi dalam beberapa waktu ke depan.

PT Puradelta Lestari Tbk adalah joint venture antara Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation dari Jepang. Sinar Mas Land merupakan pengembang properti terkemuka yang tidak lagi diragukan rekam jejaknya dan tercatat di Bursa Efek Singapore (SGX) sementara Sojtz Corporation merupakan perusahaan konglomerat dari Jepang dengan jaringan kuat di seluruh dunia, memiliki lebih dari 500 perusahaan dan beroperasi di 50 negara, dan tercatat di Bursa Efek Tokyo (TSE).

Sebagai informasi, jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang trase 142,3 km yang terbentang dari Jakarta hingga Bandung. Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki 4 stasiun pemberhentian Halim, Karawang, Padalarang, Tegalluar dengan satu depo yang berlokasi di Tegalluar. Setiap stasiun akan terintegrasi dengan moda transportasi massal di setiap wilayah.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia