Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Menguat Pasca OPEC+ Sepakat Tidak Menambah Lebih Banyak Pasokan

Penulis : Indah Handayani
2 Feb 2023 | 11:30 WIB
BAGIKAN
Pemandangan udara menunjukkan kapal tunda membantu sebuah kapal tanker minyak mentah untuk berlabuh di terminal minyak lepas Pulau Waidiao, Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada 18 Juli 2022. (FOTO: cnsphoto via REUTERS)
Pemandangan udara menunjukkan kapal tunda membantu sebuah kapal tanker minyak mentah untuk berlabuh di terminal minyak lepas Pulau Waidiao, Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada 18 Juli 2022. (FOTO: cnsphoto via REUTERS)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau naik pada Kamis pagi (2/2/2023). Didukung oleh sentimen dari keputusan OPEC+ untuk tidak menambah lebih banyak pasokan ke pasar. Meski demikian, pernyataan Birol dan laporan stok dari EIA membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam pertemuan yang berlangsung hari Rabu, OPEC dan sekutunya sepakat untuk mempertahankan kebijakan produksi untuk bulan Februari tidak berubah, sesuai dengan yang diperkirakan sebelumnya oleh pasar. Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak melaporkan situasi produksi dan ekspor minyak di negara sekutu OPEC itu stabil, meskipun ada pembatasan harga dan embargo.

“Selain itu, Novak optimistis bahwa permintaan minyak akan meningkat seiring dengan pemulihan Tiongkok dari Covid,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (2/2/2023).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kepala International Energy Agency (IEA) Fatih Birol pada hari Rabu mengatakan bahwa dia tidak melihat masalah atau gangguan besar atas penerapan dari proposal Komisi Eropa untuk menerapkan batas harga pada produk minyak Rusia.

Biro juga menambahkan bahwa meskipun ada beberapa kesulitan transisi, namun pada paruh kedua tahun ini, akan ada banyak kapasitas kilang baru yang akan beroperasi, sehingga yang terjadi adalah banyak pengalihan rute produk di seluruh dunia, dan sebagai hasilnya akan meredam gangguan besar pada pasar minyak global.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani harga, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin mengalami kenaikan masing-masing sebesar 4.14 juta barel dan 2.58 juta barel.

Kenaikan itu juga jauh lebih besar dari perkiraan, dimana untuk stok minyak sebelumnya diperkirakan naik sebesar 376 ribu barel dan stok bensin naik sebesar 1.44 juta barel. “Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX menyebut, fokus pasar juga tertuju pada keputusan resmi terkait usulan batas harga untuk produk minyak yang rencananya akan diputuskan pada hari Jumat nanti oleh Komisi Eropa. Pada minggu lalu, Komisi Eropa telah mengajukan usulan proposal batas harga sebesar US$ 100 per barel untuk solar dan US$ 45 per barel untuk bahan bakar minyak. Untuk dapat dijalankan, batas harga ini harus disetujui oleh semua 27 negara anggota Uni Eropa.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 79 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 75 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia