Asing Borong Rp 217 Miliar, GOTO Pimpin Top Volume, Value, dan Frequency
JAKARTA, Investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memimpin perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Kamis (2/2/2023). Hal ini ditunjukkan atas keberhasilan GOTO menempati urutan teratas untuk top frequency, top volume, dan top value.
Tak hanya itu, saham GOTO berhasil mencetak lonjakan harga ke level tertinggi baru dalam dua bulan terakhir setelah menguat Rp 11 (9,73%) menjadi Rp 124. GOTO bergerak dalam rentang Rp 115-125 per saham. Kenaikan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) GOTO naik menjadi Rp 146,86 triliun atau berada di posisi 10 besar.
Sedangkan dari sisi nilai, transaksi saham GOTO mencapai Rp 722,89 miliar dengan jumlah saham berpindah tangan mencapai 5,98 miliar saham. Nilai transaksi saham GOTO mengalahkan tiga saham kapitalisasi pasar terbesar di BEI, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 686,4 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 580,64 miliar, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp 12,26 miliar.
Penguatan harga saham GOTO juga berimbas terhadap lompatan indeks saham sektor teknologi sebesar 4,48% sepanjang hari ini. Sektor teknologi menjadi faktor pendorong utama penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sebanyak 28,31 poin menjadi 6.890,57 hari ini.
Kenaikan harga saham GOTO tersebut dipengaruhi atas optimisme investor terhadap saham-saham teknologi setelah The Fed mengurangi tingkat kenaikan suku bunga menjadi 0,25 bps pada rapat semalam. Keputusan The Fed tersebut disambut positif saham-saham teknologi hingga mendongrak indeks Nasdaq naik 2%.
Berkat penguatan harga, tingkat kenaikan harga saham GOTO telah mencapai 36,26% dari Rp 91 menjadi Rp 124 sepanjang 2023 berjalan atau dalam satu bulan lebih. GOTO juga tercatat sebagai saham dengan penyumbang terbesar terhadap penguatan IHSG sepanjang 2023 berjalan.
Diborong Asing
Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham GOTO senilai Rp 217,85 miliar sepanjang hari ini. Bahkan, net buy saham GOTO didominasi melalui pasar reguler hingga Rp 218,30 miliar.
Hal ini berbanding terbalik dengan posisi pemodal asing yang mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham di BEI senilai Rp 255,97 miliar. Dengan catatan tersebut, net buy saham GOTO tersebut merupakan yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam riset terbaru Nomura Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 140. Target harga tersebut menggunakan sejumlah metodologi perhitungan, seperti EV/GTV, EV/Revenue, dan EV/adjusted-EBITDA to value GOTO.
“Kami memperkirakan cash flow operasional dan EBITDA menjadi hal paling penting dalam langkah-langkah monetisasi perseroan. Kemi memprediksi bahwa GOTO kemungkinan mencatatkan operating cash flow (OCF) dan EBITDA positif pada 2026 setelah dinaikkan take rate bersamaan dengan penurunan beban biaya,” tulis riset Nomura yang diterbitkan hari ini.
Pergerakan harga saham GOTO, tulis Nomora, juga didukung peluang masuknya saham teknologi raksasa Indonesia ini dalam perhitungan MSCI index inclusion. Tidak hanya itu, GOTO merupakan perusahaan teknologi paling penting di Indonesia.
“Kami meyakini GOTO memiliki posisi kuat dengan keunggulan yang lebih kompetitif, dibandingkan perusahaan teknologi lainnya di Indonesia. GOTO juga semakin diuntungkan setelah pasar GOTO hanya bersaing dengan Grab dan Shopee,” sebut Nomura.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






