Jumat, 15 Mei 2026

Bisnis Bundamedik (BMHS) Tumbuh 20% per Tahun

Penulis : Muawwan Daelami
3 Feb 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Dokter dan fasilitas kesehatan RS Bunda
Dokter dan fasilitas kesehatan RS Bunda

JAKARTA, investor.id – Pemain industri kesehatan terkemuka, PT Bundamedik Tbk (BMHS), menyebutkan 2023 menjadi tahun panen, setelah perseroan jor-joran menggelontorkan belanja modal dalam setahun terakhir. Perseroan mencatat, semua segmen usaha rata-rata tumbuh 20% per tahun.

Komisaris Utama Bundamedik (BMHS) Ivan Rizal Sini menyampaikan,tahun ini, Bundamedik fokus mengoperasikan aset-aset yang sudah dimiliki di tahun lalu. Hal ini bertujuan untuk memastikan agar setiap akuisisi tahun 2022 benar-benar dapat memberikan hasil terbaik.

“Apalagi, banyak yang sudah kami bangun, misalnya, transformasi digital, perbaikan infrastruktur, dan tim teknologi informasi (IT) sudah bekerja keras selama enam bulan terakhir, sehingga semua sistem kini menjadi terintegrasi,” jelas Ivan kepada Investor Daily, Kamis (2/2/2023).

ADVERTISEMENT

Maka dari itu, dia menerangkan, alokasi belanja modal perseroan tahun ini tidak akan besar dan dibiayai kas internal. Pertimbangannya, tahun lalu perseroan sudah belanja besar, sehingga tahun ini akan menjadi masa panen bagi Bundamedik.

Irvan menegaskan, pertumbuhan usaha tahun ini akan sejalan dengan sisi fundamental. Namun, sejauh ini, pertumbuhan bisnis Bundamedik hampir di seluruh segmen, seperti pasien, laboratorium, rata-rata naik 20% per tahun dan ini sudah cukup menjanjikan.

Ivan mencermati, 2022 menjadi tahun yang positif dalam upaya memperbaiki internal perseroan. Hal ini fundamental bagi Bundamedik dalam menyongsong tahun 2023. Lebih lanjut dia menyatakan, perseroan juga akan terlibat di medical tourism. Mengingat,industri ini menjadi satu hal yang didukung pemerintahdan Bundamedik masuk cukup dalam. Soalnya, kata dia, pasar perseroan bukan hanya berasal dari tingkat domestik, tetapi juga internasional.

Ivan meyakini, semua segmen usaha tersebut bakal berkontribusi besar terhadap pertumbuhan tahun ini. Harapannya, Bundamedik menjadi ekosistem, sehingga pelanggan bukan hanya datang untuk berobat, tetapi tercipta engagement yang berkelanjutan.

“Di medical tourism, kami berkolaborasi dengan pemerintah. Paling tidak, kami akan promo bersama, melakukan aktivitas kampanye terhadap medical facilities dan resource development. Kami juga bekerja sama dengan universitas untuk memastikan agar kita memiliki cukup resources,” tutur Ivan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia