Harga CPO Kembali Berguguran
JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali berguguran pada perdagangan Kamis (2/2/2023). Lanjutkan pelemahan yang terjadi pada perdagangan Selasa (31/2/2023). Sedangkan Rabu (1/2/2023), Bursa Malaysia Derivatives libur memperingati Hari Wilayah Persekutuan.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (2/2/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Februari 2023 turun 68 Ringgit Malaysia menjadi 3.652 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka berjangka pengiriman Maret 2023 melemah 68 Ringgit Malaysia menjadi 3.738 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka pengiriman April 2023 terkoreksi 64 Ringgit Malaysia menjadi 3.751 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka pengiriman Mei 2023 merosot 58 Ringgit Malaysia menjadi 3.762 Ringgit Malaysia per ton.
Serta, kontrak berjangka pengiriman Juni 2023 kehilangan 50 Ringgit Malaysia menjadi 3.765 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka pengiriman Juli 2023 jatuh 46 Ringgit Malaysia menjadi 3.760 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO bergerak pada tren bearish. Sentimen yang membebani adalah keraguan pasar akan seberapa efektif program B35 di tengah rencana peningkatan produksi CPO untuk kebutuhan minyak goreng dalam negeri.
Yoga menjelaskan, rencana peningkatan produksi CPO dalam negeri sebesar 50% untuk kebutuhan minyak goreng dalam negeri, yang diumumkan tepat sebelum rencana pemberlakuan B35. “Situasi inilah yang kemudian memicu keraguan di pasar apakah program B35 akan berjalan efektif nantinya,” ungkap Yoga kepada nvestor Daily, Kamis (2/2/2023).
Mengacu pada pola yang telah terjadi sebelumnya, lanjut Yoga, saat terjadi gangguan di sisi pasokan dalam negeri, justru akan membuat harga CPO tertekan, karena memicu ketidakpastian akan arah kebijakan yang akan diambil nantinya. Terlebih di sisi ekspor, pemerintah mempertahankan rasio pengali volume ekspor tidak berubah.
Di saat yang sama, Yoga menjelaskan, untuk rasio pengali volume CPO tujuan ekspor dibiarkan tidak berubah. Selain itu, rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode Januari 2023 yang mengecewakan, turut memberi tekanan pada harga CPO. “Harga CPO bergerak pada resistance terdekat di level 3.900 Ringgit Malaysia per ton dan support terdekat di level 3.650 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






