Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Konsolidasi Menanti Keputusan UE

Penulis : Indah Handayani
3 Feb 2023 | 11:07 WIB
BAGIKAN
(Foto: Andrey Rudakov / Bloomberg / Getty Images)
(Foto: Andrey Rudakov / Bloomberg / Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Pada Jumat pagi (3/2/2023), harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi menanti keputusan para negara anggota Uni Eropa (UE) akan batas harga produk turunan minyak serta situasi pasar di Tiongkok pasca berakhirnya liburan Imlek.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, jelang berlangsungnya embargo produk turunan minyak Rusia pada 5 Februari nanti oleh UE, pasar masih menantikan hasil keputusan resmi untuk batas harga yang akan diberlakukan bersamaan dengan embargo tersebut. Sebelumnya Komisi Eropa telah mengusulkan batas harga sebesar US$ 100 per barel untuk diesel, dan US$ 45 per barel untuk bahan bakar minyak.

“Para pengamat memperkirakan bahwa efek dari larangan produk turunan ini akan lebih berdampak pada ekonomi Rusia dibanding embargo minyak yang telah diterapkan sejak 5 Desember lalu, dan dikhawatirkan akan memaksa Rusia untuk memangkas produksi sebesar 5% - 10% guna mengatasi surplus pasokan,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Jumat (3/2/2023).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam sebuah survei sektor swasta yang dikutip oleh Reuters pada hari Jumat menunjukkan bahwa aktivitas jasa Tiongkok pada bulan Januari meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan, yang dipicu oleh pencabutan kebijakan Covid. Data tersebut semakin menguatkan optimisme pemulihan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

“Meski demikian, pasar juga fokus memantau perkembangan situasi pasar di Tiongkok pasca berakhirnya liburan Imlek pada 5 Februari nanti, yang sekaligus bertepatan dengan pemberlakuan embargo UE terhadap produk turunan minyak Rusia,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, sentimen positif lainnya juga datang dari sinyal peningkatan tensi di Timur Tengah pasca terjadinya serangan drone di sebuah pabrik militer di dekat pusat kota Isfahan, dimana Iran menuding Israel sebagai dalang atas serangan itu dan sekaligus mengancam akan melakukan pembalasan pada Israel, kata kantor berita ISNA pada hari Kamis. Beberapa situs nuklir terletak di provinsi Isfahan, termasuk Natanz, pusat program pengayaan uranium Iran, yang dituduh Iran disabotase oleh Israel pada tahun 2021 lalu.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, UE mengusulkan untuk memperpanjang pembatasan permintaan gas alam setidaknya enam bulan hingga Oktober nanti, guna memastikan kecukupan cadangan bahan bakar untuk persiapan menghadapi musim dingin mendatang, kata lembaga think tank Bruegel, pada hari Kamis. Negara-negara UE sepakat tahun lalu untuk mengurangi permintaan gas alam sebesar 15% mulai dari 1 Agustus 2022 hingga 31 Maret 2023.

Bruegel juga menambahkan dengan asumsi ekspor terbatas Rusia yang terus berlanjut, dan kondisi cuaca biasanya, permintaan hingga 1 Oktober 2023 harus tetap dijaga 13% lebih rendah dari rata-rata lima tahun sebelumnya.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 74 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia