Jumat, 15 Mei 2026

BNI (BBNI) Solid, Ini Target Harga Baru Sahamnya

Penulis : Ely Rahmawati
3 Feb 2023 | 14:32 WIB
BAGIKAN
Nasabah asing menggunakan ATM untuk transaksi di kantor cabang digital BNI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Nasabah asing menggunakan ATM untuk transaksi di kantor cabang digital BNI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI diyakini membukukan pendapatan yang kuat pada 2023, didukung oleh pertumbuhan pinjaman yang sehat dan provisi rendah. Proyeksi tersebut sejalan dengan konsensus analis yang menaikkan target harga saham BBNI tahun ini.

Sebab itu, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBNI dengan target harga baru yang lebih tinggi sebesar Rp 12.000 dibandingkan sebelumnya Rp 11.600. Rekomendasi ini juga ditopang oleh kinerja laba bersih 2022 yang di atas estimasi analis.

“Laba bersih BNI sepanjang 2022 sedikit melampaui estimasi analis. Kami memperkirakan bank ini akan melanjutkan pertumbuhan pendapatan yang kuat di 2023. Dengan ROE yang diharapkan naik menjadi 15% dan P/BV 1,1 kali, ini sangat menarik,” tulis analis RHB Sekuritas Fiona Leong dan Andrey Wijaya dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Pada kuartal IV-2022, BNI mencetak laba bersih sebesar Rp 4,62 triliun, naik 46,6% (yoy), sedangkan pendapatan 2022 menjadi Rp 18,31 triliun atau naik 68% (yoy).

Sementara itu, ROE 2022 (bank only) meningkat menjadi 16,4% dibanding 10,4% di 2021, sementara rasio modal Tier-1 sehat di 18,8%. Pada kuartal IV-2022, PPOP turun 3% (QoQ) terutama karena kenaikan opex sebesar 16,3%.

BNI tetap berhati-hati dalam pertumbuhan kredit. Pinjaman emiten berkode saham BBNI ini tumbuh 10,9% pada 2022, sedikit di atas targetnya sebesar 7-10%. “Pertumbuhan dipimpin oleh pinjaman kepada korporasi swasta yang naik 28,9%, dengan permintaan yang kuat dari manufaktur, sumber daya alam, dan layanan bisnis, kemudian komersial besar tumbuh 29,9%, dan pinjaman berbasis gaji (payroll) naik 20,3%,” sebut Fiona dan Andrey.

Adapun pinjaman kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turun 14,4% yang sesuai estimasi. Manajemen menegaskan kembali target pertumbuhan pinjaman sebesar 7-9% untuk 2023, tetapi mengakui bahwa pedoman tersebut konservatif. Mengingat ketidakpastian prospek ekonomi global, bank lebih memilih untuk tetap berhati-hati.

Margin bunga bersih (NIM) turun 16 bps (qoq) menjadi 4,85% pada kuartal IV-2022, karena kenaikan imbal hasil pinjaman sebesar 25 bps ditiadakan oleh lonjakan cost of fund sebesar 35 bps yang lebih tajam. Namun, NIM meningkat 14 bps (yoy) menjadi 4,81% di 2022. Manajemen menyempurnakan panduan NIM menjadi di atas 4,7% dari sebelumnya 4,5-4,7%.

BBNI juga membukukan peningkatan kualitas aset yang baik. Rasio pinjaman berisiko bank turun menjadi 16% pada kuartal IV-2022 dibandingkan 19,3% pada kuartal III-2022 dan 23,3% pada kuartal IV-2021.

Adapun potensi berlanjutnya rekening yang direstrukturisasi pada tahun 2023 akan berdampak positif pada biaya kredit dan margin bunga bersih (NIM). Manajemen mengharapkan biaya kredit turun menjadi kurang dari 1,5% pada 2023 dibanding 1,9% pada 2022.

“Kami menaikkan laba bersih BBNI yang diproyeksikan sebesar 10% untuk 2023 dan 8% untuk 2024 terutama karena revisi naik net interest margin (NII),” tandas Fiona dan Andrey.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia