Jumat, 15 Mei 2026

Bank Mandiri (BMRI) akan Stock Split dengan Rasio 1:2

Penulis : Parluhutan Situmorang
3 Feb 2023 | 20:45 WIB
BAGIKAN
Nasabah sedang menarik uang di ATM Bank Mandiri. (B Universe/Uthan AR)
Nasabah sedang menarik uang di ATM Bank Mandiri. (B Universe/Uthan AR)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana memecah nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Nilai nominal saham perseroan akan dipecah dari Rp 250 menjadi Rp 125 per saham.

“Pemecahan nilai nominal saham diusulkan dengan rasio 1:2, yaitu setiap satu lembar saham lama dengan nilai nominal Rp 250 menjadi dua saham dengan nilai nominal Rp 125 per saham,” ungkap Bank Mandiri dalam pengumumannya, Jumat (3/2/2023).

Bank Mandiri menegaskan, stock split bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini bisa dicapai dengan meningkatkan jumlah unit saham beredar.

ADVERTISEMENT

Stock split tersebut juga bertujuan untuk memperluas distribusi kepemilikan saham melalui penyesuaian harga saham, sehingga mencapai trading range optimal untuk menjangkau berbagai lapisan investor.

Jika stock split terlaksana, jumlah saham BMRI akan meningkat dari 64 miliar saham menjadi 128 miliar saham.

Stock split saham tersebut akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 14 Maret 2023. Sedangkan awal perdagangan saham hasil stock split ditargetkan pada 12 April 2022.

Hari ini, saham BMRI ditutup melesat Rp 200 (2,06%) menjadi Rp 9.925. Saham bank pelat merah ini bergerak dalam rentang Rp 9.750-9.940. Pemodal asing mencatatkan net buy pada BMRI Rp 80,39 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia