Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pasar obligasi berpotensi melemah terbatas pada perdagangan Selasa (7/2/2023).
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, baru saja Indonesia mengumumkan pertumbuhan ekonominya ciamik, tapi ternyata imbal hasil obligasi justru malah mengalami kenaikkan. Padahal fundamental ekonomi Indonesia terlihat bagus. “Ternyata eh ternyata, imbal hasil US Treasury yang mengalami kenaikkan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (7/2/2023).
Baca Juga:
Aliran Dana Asing Dongkrak Harga SUNPilarmas Investindo Sekuritas menilai, hal itu terjadi karena data ketenagakerjaan di Amerika Serikat yang baik, pelaku pasar dan investor berfikir The Fed akan kembali menaikkan tingkat suku bunganya. Hal ini yang membuat akhirnya imbal hasil US Treasury mengalami kenaikkan kembali.
“Persepsi pelaku pasar dan inilah yang membuat situasi dan kondisi kembali menjadi panas,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.
Baca Juga:
Aliran Dana Asing Dongkrak Harga SUNBelum lagi, lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas, adanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dengan Tiongkok yang terus berkembang menjadi bola liar. “Kami melihat pagi ini pasar obligasi akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






