Kamis, 14 Mei 2026

Harga Minyak Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Penulis : Indah Handayani
8 Feb 2023 | 09:22 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id – Harga minyak berpotensi lanjutkan penguatan pada Rabu (8/2/2023). Minyak dunia akan di perdagangkan di rentang US$ 72,70 - 77,20 perbarel.

Direktur PT.Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan harga minyak memperpanjang kenaikan pada Selasa (7/2/2023). Karena pasar bertahan untuk pemulihan cepat dalam permintaan Tiongkok tahun ini, meskipun antisipasi pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell membuat para pedagang tidak membuat taruhan besar ,dan kekhawatiran atas kekurangan pasokan menyusul penutupan terminal ekspor utama setelah gempa bumi di Turki.

“Harga minyak mentah pulih tajam pada hari Senin setelah Badan Energi Internasional menegaskan kembali bahwa pemulihan di Tiongkok akan mendorong permintaan minyak ke rekor tertinggi tahun ini, karena negara tersebut menandai perubahan yang jelas dari kebijakan anti-Covid yang ketat pada bulan Januari,” tulis Ibrahim dalam risetnya, pada Rabu (8/2/2023).

ADVERTISEMENT

Ibrahim menambahkan, data ekonomi yang dirilis minggu lalu melukiskan gambaran yang agak beragam tentang ekonomi terbesar kedua di dunia itu, karena bergulat dengan meningkatnya kasus Covid-19. Namun, data transportasi udara dan darat untuk bulan Januari menunjukkan peningkatan yang jelas dalam permintaan perjalanan, yang berpotensi memicu kebangkitan yang lebih besar.

“Tetapi pasar minyak mentah masih terhuyung-huyung dari kerugian tajam minggu lalu, karena data nonfarm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan mendorong dolar dan meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga lebih banyak oleh Federal Reserve tahun ini,” jelasnya.

Ibrahim menambahkan, fokus sekarang beralih ke diskusi dengan Ketua Fed Jerome Powell di Economic Club of Washington DC. di kemudian hari. Komentarnya tentang ekonomi AS akan diawasi dengan ketat, terutama mengingat kekuatan baru-baru ini di pasar tenaga kerja, yang memberi Fed ruang yang cukup untuk terus menaikkan suku bunga.

“Sinyal Hawkish dari Fed juga membebani pasar minyak mentah minggu lalu, setelah bank sentral menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan dan mengisyaratkan ada lebih banyak kenaikan yang akan terjadi tahun ini,” paparnya.

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, harga minyak diperdagangkan sebagian besar datar untuk tahun ini, di tengah kekhawatiran resesi global tahun ini didorong oleh kenaikan suku bunga dan inflasi yang relatif tinggi. Pembacaan pertumbuhan ekonomi kuartal keempat untuk beberapa negara besar sudah menunjukkan penurunan aktivitas.

Di sisi pasokan, fokus tetap pada pengiriman minyak mentah Rusia karena AS dan Uni Eropa memberlakukan lebih banyak batasan harga pada minyak negara tersebut. Moskow sejauh ini meremehkan spekulasi bahwa mereka akan memangkas produksi dan penjualan, mengingat pembeli tetap di India dan Tiongkok.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan setengah dari pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini berasal dari Tiongkok, kepala badan tersebut mengatakan pada hari Minggu, menambahkan bahwa permintaan bahan bakar jet melonjak.

Operasi di terminal ekspor minyak 1 juta barel per hari (bpd) Turki di Ceyhan dihentikan setelah gempa besar melanda wilayah tersebut. Terminal BTC, yang mengekspor minyak mentah Azeri ke pasar internasional, akan ditutup pada 6-8 Februari.

“Pasar minyak akan mengamati dengan cermat pidato ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada hari Rabu, kata para analis. Kenaikan suku bunga biasanya memperkuat dolar, yang bisa membuat minyak mentah lebih mahal bagi pembeli non-Amerika,” tutup Ibrahim.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia