Jumat, 15 Mei 2026

Usai IPO, Pelita Teknologi (CHIP) Genjot Penjualan ke Luar Negeri

Penulis : Yunia Rusmalina
9 Feb 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP). (Ilustrasi/Ist)
PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, investor.id – PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), emiten produsen chip, mengincar penjualan di pasar domestik dan luar negeri, serta pengembangan internet off things. Aksi koporasi ini gencar dilakukan usai mendapat dana segar melalui IPO Rp 32 miliar.

Direktur Keuangan Pelita Teknologi Global (CHIP) Hasri Zulkarnain menjelaskan, pihaknya sudah mendapat customer di Afrika, sehingga bisa menambah prospek yang menarik untuk tahun 2023. Adapun rencananya di Afrika melalui Zambia Telecom, secara distribusi akan tetap dari Indonesia.

Pelita Teknologi optimistis untuk potensi pasar lainnya, dikarenakan vendor utama di dalam negeri adalah PT Indosar Ooredo Tbk (ISAT). “Kami juga berencana untuk menambah jaringan vendor, terutama di sektor perbankan kami sangat memiliki potensi. Jika kami sudah bisa mengerjakan di BCA, artinya bisa di bank lain juga,” tutur Hasri.

ADVERTISEMENT

Dari lima operator telekomunikasi di Indonesia, kata Hasri, Pelita Teknologi baru masuk di dua operator yaitu Indonsat dan Hutchison. Dengan demikian, perseroan akan mencoba penetrasi pasar ke Telkomsel, XL Axiata, Smartfren dan perbankan, sehingga optimistis pengembangan akan terus berlanjut.

Pada Juli 2022, Pelita Teknologi membukukan pendapatan hingga Rp 56 miliar, sedangkan hingga Desember 2022 sekitar Rp 90- 100 miliar. Sedangkan target tahun 2023 setelah terlaksanakannya IPO, perseroan merencanakan peningkatan pendapatan 20%-30 % atau sekitar Rp 120 miliar.

Sedangkan laba di tahun 2022 bulan Juli tercatat Rp 5- 6 miliar, adapaun hingga akhir tahun 2022 terctat Rp 8- 9 miliar. “Kami targetkan peningkatan laba bisa mencapai 10-20%,” imbuh Hasri.

Terkait ekspansi ke Afrika, Hasri menyebut, pihaknya sudah mendapatkan purchase order (PO) kurang lebih Rp 100- 200 miliar dan akan merealisasikannya. Selain itu, dana IPO untuk pemutaran dan penetrasi pasar di Indonesia yang masih potensial. Sedangkan target kontrak baru di tahun 2023 dengan kisaran Rp 100–200 miliar per satu operator.

Hingga saat ini, perusahaan yang sudah dijajaki oleh perseroan adalah BCA, Hutchison, Ooredo, dan perusahaan di Afrika. “empat company ini menurut saya sudah signifikan, apalagi jika nanti kita akan melakukan penetrasi di Telkomsel, Axiata dll,” ujar dia.

Adapun bentuk kerja sama antara CHIP dengan hutchison adalah B2B. Bundling dari produksi singkat, voucher, packaging dan manage service untuk karyawan dan sistemnya. “Kita bukan hanya sebatas operator namun juga service untuk perusahaan dengan memiliki gudang yang cukup besar,” kata Hasri.

Dalam perdagangan perdana di pasar sekunder, saham CHIP dibuka melesat 10% ke Rp 176. Sempat turun tapi melambung kembali ke 176 atau mentok batas auto reject atas (ARA). Posisinya tak berubah hingga 1 jam sesi I berlangsung. ARA CHIP 10% karena di papan akselerasi. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia