Kamis, 14 Mei 2026

Kekhawatiran Suku Bunga Mereda, Minyak Lagi-Lagi Naik

Penulis : Indah Handayani
9 Feb 2023 | 06:45 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak lagi-lagi naik setelah ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (8/2/2023). Dengan demikian, harga minyak menguat dalam tiga hari berturut-turut. Hal itu karena investor merasa lebih nyaman dengan risiko sehari setelah pernyataan ketua Federal Reserve meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga di masa depan.

Minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret terangkat US$ 1,33 (1,7%) menjadi menetap di US$ 78,47 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April bertambah US$ 1,4 (1,7%) menjadi ditutup pada US$ 85,09 per barel di London ICE Futures Exchange.

Komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada Selasa (7/2/2023) terlihat kurang hawkish daripada yang ditakutkan, meningkatkan selera risiko dan menekan dolar. Mata uang AS yang lebih lemah membuat minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

ADVERTISEMENT

"Penurunan selera risiko yang sebagian besar tidak sesuai dengan komentar Ketua Fed Powell kemarin, berlaku sama untuk komoditas industri seperti minyak dalam memberikan hambatan yang signifikan terhadap kenaikan harga utama lebih lanjut," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.

Investor berharap kenaikan suku bunga AS yang tidak terlalu agresif akan membantu ekonomi terbesar dunia itu menghindari perlambatan ekonomi yang tajam atau resesi yang akan memukul permintaan minyak. Sementara itu, berakhirnya pembatasan Covid-19 di Tiongkok juga diperkirakan akan mendukung permintaan bahan bakar.

"Lonjakan permintaan minyak yang menjulang bersama dengan pertumbuhan pasokan global yang lesu akan memastikan bahwa keseimbangan minyak mengetat selama beberapa bulan mendatang," kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

Mengenai pasokan, OPEC dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan pembatasan produksi dan seorang pejabat Iran pada Rabu (8/2/2023) mengatakan kelompok itu kemungkinan akan tetap dengan kebijakan saat ini pada pertemuan berikutnya.

Gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) menghentikan aliran minyak mentah dari Irak dan Azerbaijan keluar dari Pelabuhan Ceyhan di Turki. BP Azerbaijan telah mengumumkan force majeure pada pengiriman minyak mentah Azeri dari pelabuhan. Pipa Irak ke Ceyhan kembali mengalir pada Selasa (7/2/2023).

Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan produksi minyak AS naik minggu lalu ke level tertinggi sejak April 2020, namun kenaikan minyak terbatas.

"Ada beberapa orang di luar sana yang benar-benar membuang uang ke sisi produksi bisnis... yang membuat pasar bearish," kata Bob Yawger, direktur Energy Futures di Mizuho.

Persediaan minyak mentah naik 2,4 juta barel dalam pekan yang berakhir 3 Februari menjadi 455,1 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 2,5 juta barel.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 32 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia