Kamis, 14 Mei 2026

Minyak Bullish Terdorong Menguatnya Optimisme Pemulihan Ekonomi Tiongkok

Penulis : Indah Handayani
9 Feb 2023 | 11:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber:  REUTERS/Drone Base/File Photo
ilustrasi harga minyak. Sumber: REUTERS/Drone Base/File Photo

JAKARTA, investor.id - Harga minyak Kamis pagi (9/2/2023) terpantau bergerak bullish. Terdorong beberapa sentimen positif antara lain rilisnya makalah penelitian perkembangan Covid di Tiongkok, proyeksi optimistis harga minyak oleh Iran, dan memanasnya tensi antara AS dengan Rusia. Meski demikian, data negatif permintaan energi di AS membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menyebutkan, dalam sebuah makalah yang diterbitkan melalui jurnal media Lancet pada hari Rabu oleh ilmuwan termuka Tiongkok George Gao, dikatakan bahwa tidak ada varian baru yang muncul pada minggu-minggu awal wabah Tiongkok baru-baru ini, terutama setelah berakhirnya kebijakan nol-Covid. “Sehingga dunia harus benar-benar tenang dari ketakutan akan adanya varian baru ataupun varian khusus yang beredar di Tiongkok,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (9/2/2023).

Meski demikian, Gao yang merupakan seorang profesor di Institut Mikrobiologi di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan mantan kepala Pusat Pengendalian Penyakit Tiongkok dan Pencegahan (CDC), menambahkan bahwa walaupun kasus saat ini menurun, tetapi gelombang baru masih mungkin terjadi di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, pembukaan kembali Tiongkok diharapkan akan membuat permintaan di Asia meningkat di tengah pasokan yang ketat akibat kebijakan produksi OPEC+, akan turut mendorong harga minyak kembali naik mencapai US$ 100 per barel pada paruh kedua tahun ini, ujar perwakilan Iran untuk OPEC, Afshin Javan pada hari Rabu.

“Pernyataan Javan tersebut mengisyaratkan kemungkinan OPEC dan sekutunya akan tetap mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi pada pertemuan berikutnya. Iran sendiri saat ini dibebaskan dari kewajiban pengurangan produksi dan kuota OPEC+ karena masih berada di bawah saksi AS yang membebani industri dan ekspor minyaknya,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, sentimen positif lainnya datang dari tensi antara AS dan Rusia yang memanas dipicu oleh laporan yang diterbitkan hari Rabu mengenai keterlibatan AS dalam ledakan pipa gas Nord Stream pada September lalu. Laporan yang ditulis oleh jurnalis investigasi AS Seymour Hersh tersebut dibantah kebenarannya oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Juru bicara CIA dan Departemen Luar Negeri. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mendesak pihak Gedung Putih untuk mengomentari laporan yang disebut fakta oleh pihak Rusia.

Sementara itu, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin dalam sepekan melonjak naik masing-masing sebesar 2.42 juta barel dan 5 juta barel. Kenaikan stok tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 76 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia