Jumat, 15 Mei 2026

Terbaru, Adira Finance (ADMF) Siap Emisi Obligasi dan Sukuk Rp 10 Triliun

Penulis : Prisma Ardianto
12 Feb 2023 | 16:06 WIB
BAGIKAN
Chief Financial Officer (CFO) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa di Jakarta, Jumat (10/2/2023). (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)
Chief Financial Officer (CFO) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa di Jakarta, Jumat (10/2/2023). (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)

JAKARTA, investor.id – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance berencana melangsungkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang baru, dengan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai total Rp 10 triliun.

Sumber dana dari surat utang tersebut sebagai upaya Adira Finance mendiversifikasi pendanaan selain skema joint financing.

Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengatakan, piutang pembiayaan pada 2023 ditargetkan tumbuh 15% menembus Rp 50 triliun dari tahun lalu Rp 44,6 triliun. Selisihnya sekitar Rp 6 triliun itu tentu membutuhkan sumber dana tambahan.

ADVERTISEMENT

Dia merinci, tambahan dana tersebut di antaranya berasal dari skema joint financing sebesar Rp 3 triliun dan sisanya Rp 3 triliun dari penghimpunan dana masyarakat. Dalam hal ini, obligasi dan sukuk. Rencana ini akan disampaikan secara detail di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Adira Finance dalam waktu dekat.

"PUB ini kan total, mungkin kita minta Rp 10 triliun. Jadi Rp 9 triliun obligasi konvensional dan Rp 1 triliun sukuk. Tapi PUB ini akan di-execute kapan? Ini akan bertahap," ungkap Gani saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, paling tidak Adira Finance akan melakukan dua kali emisi pada tahun ini. Pertama, akan dilakukan pada medio April mendatang. Untuk penerbitan surat utang kedua, emiten berkode saham ADMF tersebut masih menunggu waktu yang tepat dengan menimbang situasi dan perkembangan pasar.

Menurut Gani, peringkat kredit perusahaan yang cukup tinggi yakni AAA dengan prospek stabil, pendanaan via obligasi maupun sukuk lebih sesuai dengan karakteristik tenor pembiayaan yang ditawarkan ADMF. Jika begitu, maka manajemen risiko pendanaan ADMF akan lebih baik.

Lebih lanjut dia mengatakan, sekitar 50% pendanaan ADMF telah didukung PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Dari sinergi ini, perusahaan bisa mendapatkan rating kredit yang baik sekaligus murah, pengelolaan aset yang terukur, dan pada akhirnya biaya dana yang lebih rendah.

Sementara itu, separuh kebutuhan dana akan disokong oleh penerbitan surat utang sebesar 30%, lalu 20% antara pinjaman onshore dan offshore.

"Tahun 2022, yang namanya swap cost itu mahal sehingga kami tidak terlalu ambil dari luar. Tetapi tahun ini, kami akan balancing, ketika ambisi pembiayaannya sudah tumbuh mestinya kami butuh dana, ketika ada opportunity pasti kami akan main di sana," imbuh Gani.

Mengacu laporan perusahaan, total pinjaman yang disalurkan ADMF per Desember 2022 tercatat turun 4% menjadi Rp 10,5 triliun, yang terdiri atas pinjaman bank baik dalam negeri dan luar negeri 48%. Sedangkan obligasi dan sukuk sebesar 52%.

Hasilnya, gearing ratio turun menjadi 1 kali pada 2022 dari sebelumnya 1,2 kali pada 2021, yang didukung oleh pertumbuhan jumlah ekuitas dari peningkatan saldo laba.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia