Jumat, 15 Mei 2026

Kapan Akuisisi Home Credit Rampung? Adira Finance (ADMF) Beri Jawaban

Penulis : Prisma Ardianto
12 Feb 2023 | 21:02 WIB
BAGIKAN
Adira Finance. (Foto ilustrasi: Istimewa)
Adira Finance. (Foto ilustrasi: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance bersama anak usaha MUFG Bank, yaitu Bank of Ayudhya PCL (Krungsri) tengah memproses akuisisi bisnis pembiayaan konsumen Home Credit di Indonesia. Akuisisi tersebut ditargetkan terealisasi pada semester I-2023.

Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengungkapkan, pihaknya membuka ruang diskusi dengan regulator. Adira Finance sendiri berharap bisa mendapat izin regulator secepatnya. “Realisasinya mudah-mudahan di semester I-2023,” kata dia saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Seperti diberitakan, Adira Finance telah mengumumkan komitmen untuk mengakuisisi bisnis pembiayaan konsumen Home Credit pada akhir November 2022. Nilai transaksi mencapai 209 juta euro atau setara Rp 3,1 triliun.

ADVERTISEMENT

Menurut Gani, potensi sinergi dan kolaborasi antara Adira Finance dan Home Credit sangatlah besar. Kedua pihak bisa saling melengkapi, baik dari sisi kemampuan perusahaan pada segmen pembiayaan otomotif maupun multiguna lainnya.

"Jadi istilahnya melengkapi. Kami tidak hanya main di otomotif saja. Faktor kedua adalah digitalisasi ini kami akan mengetahui, Home Credit yang asal dari luar, mungkin sudah mature untuk datang langsung sebagai digital produk," tutur dia.

Di sisi lain, emiten berkode saham ADMF tersebut berencana melangsungkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang baru, dengan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai total Rp 10 triliun. Sumber dana dari surat utang tersebut sebagai upaya ADMF mendiversifikasi pendanaan selain skema joint financing.

Gani mengatakan, piutang pembiayaan pada 2023 ditargetkan tumbuh 15% menembus Rp 50 triliun dari tahun lalu Rp 44,6 triliun. Selisihnya sekitar Rp 6 triliun itu tentu membutuhkan sumber dana tambahan.

Dia merinci, tambahan dana tersebut di antaranya berasal dari skema joint financing sebesar Rp 3 triliun dan sisanya Rp 3 triliun dari penghimpunan dana masyarakat. Dalam hal ini, obligasi dan sukuk. Rencana ini akan disampaikan secara detail di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ADMF dalam waktu dekat.

"PUB ini kan total, mungkin kita minta Rp 10 triliun. Jadi Rp 9 triliun obligasi konvensional dan Rp 1 triliun sukuk. Tapi PUB ini akan di-execute kapan? Ini akan bertahap," ungkap Gani.

Dia mengungkapkan, paling tidak ADMF akan melakukan dua kali emisi pada tahun ini. Pertama, akan dilakukan pada medio April mendatang. Untuk penerbitan surat utang kedua, ADMF masih menunggu waktu yang tepat dengan menimbang situasi dan perkembangan pasar.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia